Dari 1000 Pelanggar per Hari Hanya 200 Foto yang Divalidasi, Penilangan ETLE di Jatinangor Inkonsisten

ETLE di depan Unpad Jatinangor

ETLE di depan Unpad Jatinangor. (Dok. dJ/Raffael Nadhef)

Ternyata, kata Polres Sumedang, ada sekitar 1.000 foto pelanggaran yang terekam ETLE di depan Unpad Jatinangor tiap harinya. Namun, per harinya hanya sekitar 200 yang divalidasi Polres urusan tilang. Konsekuensi logisnya, selisih besar itu bikin penilangan ETLE di Jatinangor inkonsisten: ada yang diberi surat tilang, ada yang tidak. 

Data itu disampaikan KBO Satlantas Polres Sumedang Iptu Raden Arief Ardian Firmansyah bersama Bintara Urusan Tilang Doni. Keduanya menjelaskan, validasi dikerjakan secara manual oleh tim kecil.

“Untuk capture itu foto, satu hari bisa mencapai 1.000 lebih. … kita harus satu-satu,” kata Arief kepada dJatinangor di Polres Sumedang, Kamis (15/10/2026).

Deteksi pelanggaran sendiri sudah dikerjakan sistem, sehingga peran petugas terbatas pada tahap akhir, yakni si pemvalidasian itu.

“Kalau si pelanggaran sudah fix sama sistem, jadi kita hanya validasi, konfirmasi, lalu meneruskan suratnya,” ungkap Arief.

Meski begitu, banyak foto yang masuk membuat Arief mengaku kewalahan. Ia menegaskan seluruh pelanggaran tetap tersimpan di sistem dan akan dicek, hanya soal waktu.

Persoalannya tak berhenti di validasi. Sebagian pelanggar bahkan tak pernah terekam. Polres mengakui posisi ETLE itu kurang strategis, sehingga ada pelanggar yang sengaja melipir ke Pangkalan Damri agar lolos dari sorot kamera. 

Doni akan meneruskan masukan ini ke Pemda agar posisi kamera dikaji ulang atau bahkan ditambah.

Toleransi Gojek yang Penumpangnya Enggan Pakai Helm

Selain keterbatasan SDM, Polres menerapkan kebijakan tersendiri bagi ojek online (ojol). Kata Doni, 600-700 dari foto harian itu rata-rata pengemudi ojol yang sengaja tak dikirimi surat.

“Kita kan skala prioritas juga ada. Seperti ojol itu tidak kami kirimkan. Kenapa alasannya? Karena beliau itu membawa penumpang. Kadang penumpangnya dikasih helm, helmnya hanya dipegang. Kita juga harus memilah-milah karena bukan murni kesalahan si pelanggar.”

Alasan penumpang menolak helm beragam, mulai dari khawatir rambut rusak hingga riasan luntur. Ojol yang telanjur menerima surat pun kerap datang, mengadu ke Polres. Sebab katanya lagi mencari nafkah dan sudah mengingatkan penumpangnya. 

Namun jelas, pengecualian ini tak berlaku bila pengemudi dan penumpang sama-sama tanpa helm.

Polsek Jatinangor Tidak Punya Akses

Beban proses validasi itu belum bisa dibagi ke Polsek Jatinangor. Kamera ETLE di depan Unpad Jatinangor itu adalah hibah Pemda. Polres hanya bertindak sebagai operator, sedang di Polsek belum punya perangkatnya.

“Polsek juga belum ada pengadaannya, karena kami pun baru hibah, tidak kami sendiri yang mengadakan,” kata Doni.

Arief menerangkan, ETLE diusulkan oleh Pemkab Sumedang, lalu dioperasikan dan diawasi Polres. Karenanya, Polsek belum bisa mengakses data pelanggaran dari kamera ETLE terkait.

Pun mulanya, justru diajukan ada dua kamera di depan dan belakang kampus, tapi Pemda hanya memberikan satu.

Kamera itu dipasang sebab banyaknya pelanggaran dan kecelakaan di kawasan Unpad. Arief dan jajarannya berharap pelanggaran berkurang dan kamera lebih efektif mengawasi pengendara.

Penulis: Mazda Romantiq
Reporter: Raffael Nadhef, Mazda Romantiq, Adinda Zayna, Puan Tunas
Editor: Raffael Nadhef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *