Polres Akui Posisi ETLE Jatinangor Tak Strategis dan Bikin Melipir, ETLE Hasil Hibah itu akan Dikaji dan Mungkin Ditambah

Peta jalur wilayah hukum Polres Sumedang, termasuk adanya ETLE di Jatinangor. (Dok. dJ/Raffael Nadhef)

Polres Sumedang akui posisi kamera ETLE di depan Unpad Jatinangor tak strategis dan beri celah bagi pelanggar untuk melipir ke pangkalan DAMRI. 

Posisi ini akan dikaji ulang dan kemungkinan ditambah titik kameranya oleh Polres bersama Pemda. Mengingat, ETLE di Jatinangor adalah hibah dari Pemda dan pengadaannya berada di luar kewenangan Polres. 

Pengakuan ini disampaikan KBO Satlantas Polres Sumedang Iptu Raden Arief Ardian Firmansyah bersama Bintara Urusan Tilang Doni. 

“Kita sampaikan juga untuk perbaikan atau pergeseran kameranya sendiri itu tentunya sekarang kita ke pemda,” ungkap Doni kepada dJatinangor di Kantor Polres Sumedang, Kamis (15/10/2026). 

Keterbatasan Teknis dan Evaluasi Posisi Kamera

Di sisi lain, operasional ETLE di depan Unpad juga dihadapkan pada kendala teknis perangkat.

Polres megungkap, jangkauan lensa kamera pemantau itu hanya mampu membidik secara lurus ke depan, tak dirancang untuk 360 derajat.

​Akibat keterbatasan itu, pengendara yang nekat melipir bisa lolos dari sorot kamera. Kondisi ini munculkan paradoks: ETLE yang dipasang untuk menertibkan lalu lintas justru undang pelanggar untuk melipir. 

Menanggapi celah pengawasan ini, pihak polres sepakat bahwa posisi penempatan perangkat saat ini kurang strategis. Mereka nyatakan siap kaji ulang dan diskusikan opsi pergeseran letak kamera agar posisinya bisa lebih diketengahkan guna menutup celah pelanggaran.

​”Misalkan berbahaya karena dari pelanggaran itu bisa menyebabkan kecelakaan, kita bisa sampaikan juga berarti untuk kameranya, untuk perbaikan atau pergeseran kameranya,” ujar Doni.

Penempatan E-TLE Berasal dari Pemda, Polres Atur Operasional

Persoalan posisi itu tak lepas dari sejarah pemilihan lokasinya. 

Pemda mulanya berencana tempatkan kamera ETLE di kawasan pusat Kota Sumedang. Namun, mempertimbangkan kasus kecelakaan yang lebih tinggi di Jatinangor, pemda akhirnya memilihnya sebagai lokasi pemasangan ETLE. Terlebih, adanya beberapa kasus kecelakaan hingga meninggal dunia. 

“Sebetulnya ETLE tuh bukan di situ. Awalnya di kota, awal pengajuannya. Karena dari tingkat kecelakaannya, dibandingkan dengan di pusat kota, lebih tinggi di Jatinangor. Pas kebetulan yang waktu itu ada (kasus kecelakaan) mahasiswi. Pak Bupati langsung ke lokasi. Ada beberapa faktor juga, makanya yang tadinya itu (di pusat kota) dialihkan ke situ (Jatinangor),” ujar Arief.

Malah awalnya, polres ajukan pemasangan dua titik ETLE: jalan depan Unpad dan jalan belakang Unpad. Namun, yang terealisasi hanya satu meski tak menutup kemungkinan ada penambahan.

Kendati begitu, segala wewenang teknis pergeseran maupun penambahan berada di luar kendali polres, sebab perangkat itu hibah dari pemda. 

“ETLE tuh bentuknya hibah, jadi yang diberikan sama pemda. Jadi hal apapun teknis pemasangan apapun masih sama pemda, kita di sini operasionalnya untuk menjalankan,” pungkas Doni.

Penulis: Adinda Zayna, Puan Tunas
Reporter: Raffael Nadhef, Mazda Romantiq, Adinda Zayna, Puan Tunas
Editor: Raffael Nadhef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *