Gedung Pascasarjana Fikom sebagai ilustrasi tempat saat internet Civitas Unpad lag. (Dok. dJ/Alya Chaerani)
Kelas daring mata kuliah Manajemen dan Ekonomi Media di Fikom Unpad terpaksa dibatalkan oleh dosen pengampu sebab internet kampus buruk, Kamis (24/9/2026). Efi Fadhilah sebagai dosen beserta mahasiswa Fikom lainnya yang berada di Gedung Pascasarjana Fikom mengaku internetnya putus-putus selama lebih dari setengah jam, hingga akhirnya perkuliahan diganti belajar mandiri.
Kejadian ini kembali munculkan keluhan lama soal internet kampus yang lelet, meski Unpad pernah klaim kecepatannya tembus 440 Mbps. Staf Fikom bernama Bayu sempat cek langsung kecepatan internet di ruang rapat Divia TV dua hari sebelumnya. Disebutnya, kecepatan cuma sekitar 90 Mbps, jauh dari klaim 440 Mbps yang pernah dipublikasikan kampus.
“Terputus, ya,” ketik Efi di grup WhatsApp kelas, “paling mentok adalah ppt-nya dipelajari sendiri lalu teman-teman baca buku Lucy Kung yang pernah disampaikan untuk memahami lebih lanjut.”
Kejadian Kelas Batal
Perkuliahan via Zoom itu berlangsung pukul 13.00-13.30. Hanya setengah jam, sebab suara dosen putus-putus dan sejumlah mahasiswa lainnya alami hal serupa, bahkan sampai gagal kirim pesan WhatsApp.
Efi mengaku sempat pindah tempat sampai empat kali demi cari sinyal yang lebih stabil. Semua usaha itu tak berhasil, hingga waktu kelas lewat 30 menit dari batas toleransi keterlambatan.
“Saya udah pindah spot sampai empat kali, tapi tetap gak nolong,” kata Efi saat diwawancarai dJatinangor di Gedung 4, lantai 2, ruang kelas IUP, Jumat (25/9).
Ternyata itu bukan kali pertama dialaminya. Gangguan serupa sudah dirasakannya dari dua hari sebelumnya di kelas daring S2 yang juga harus batal sebab internet.
“Ya iyalah, Bu, ini cuma 90-an sekian, gak sampai 100,” kata Efi menirukan respons Bayu.
Namun soal dampak akademis jika kelas daring batal, kata Efi, tiap dosen Unpad sudah punya plan b lewat Rencana Pembelajaran Semester (RPS), baik buat kelas synchronous maupun asynchronous. Jadi jika kelas tak bisa jalan, mahasiswa tetap diberi kegiatan pengganti biar tujuan pembelajaran tetap tercapai.
Mahasiswa pun Kena Getahnya
Zalika, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2026, jadi salah satu saksi dari sekian temannya yang merasakan langsung. Menurutnya, internet kampus kerap nge-lag, bahkan sinyal data pun ikut turun sampai satu bar. Kondisi itu disebut makin parah saat malam hari.
Ia cerita, yang paling sering lag itu saat akases SAUNPAD. Beberapa temannya bahkan sampai gagal presensi dan terpaksa chat dosen terkait buat kasih tahu kendalanya.
“Ada beberapa kasus teman aku, dia sampai nggak bisa absen dan harus nge-chat dosennya. Dan menurut aku itu ribet sih, menyulitkan mahasiswa juga,” kata Zalika, Jumat (25/9).
Sebagai mahasiswa umumnya yang bayar UKT, ia mengaku sempat syok. Jaringan itu fasilitas bersama yang mestinya dibenahi kampus, tegasnya, bukan cuma soal wifi.
“Okelah kalau wifi, tapi jangan sampai data juga deh. Soalnya itu susah banget.”
Fikom dan DPSITD Buka Suara
Manajer Sumber Daya, Perencanaan, dan Informasi Fikom, Deni Rustiandi, benarkan ada kendala infrastruktur jaringan di lingkungan Fikom. Menurutnya, tim pemetaan sempat temukan kendala pergeseran posisi perangkat wifi sebab renovasi bangunan. Kondisi yang disebutnya terjadi hampir di semua fakultas.
Fikom, kata Deni, sebenarnya sudah anggarkan perbaikan usai pemetaan itu. Hanya, info awal tahun bilang soal jaringan bakal di-cover universitas, sebab perangkat penggantinya ada kriteria khusus.
“Info terakhir, Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi, dan Transformasi Digital (DPSITD) bakal ganti perangkat lama paling cepat Oktober nanti, Fikom salah satunya,” kata Deni saat diwawancarai dJatinagor lewat WhatsApp, Jumat (25/9).
Sementara, pihak DPSITD lewat Deni sebut koneksi putus atau lag saat Zoom umumnya terjadi sebab beban kapasitas pemancar sinyal (access point) di satu lokasi lewat batas optimal saat dipakai bersamaan. Tiap alat pemancar, kata mereka, punya batas maksimal jumlah perangkat dan pemakaian bandwidth serentak.
Pihak DPSITD juga tegaskan, tidak ada kebijakan pembatasan bandwidth khusus yang rugikan area tertentu, dan seluruh perangkat infrastruktur rutin dipantau. Mereka akan lakukan pemetaan dan pengecekan teknis langsung ke titik lokasi kejadian, buat pastikan penyebab kapasitas pemancar yang penuh atau ada gangguan perangkat keras.
Penulis: Sakhiya Azima
Reporter: Sakhiya Azima, Najma Wandha (cakru), Raffael Nadhef
Editor: Raffael Nadhef
