Perpus Kandaga Terpantau Berisik, tapi Penjaga Perpus Membantahnya

Perpus Kandaga Unpad (Dok. dJ/Raffael Nadhef)

Ruang disertasi Perpustakaan Kandaga Unpad terpantau kerap berisik yang diduga disebabkan oleh mahasiswa baru, setidaknya beberapa kali dalam setahun ke belakang. Ini berdasarkan pantauan dJatinangor sejak 17 September 2025 sampai 1 September 2026. Padahal ruangan itu bertempel stiker “harap tenang dan mohon tidak berisik”.

(Dok. dJ/Raffael Nadhef)

Di sisi lain, penjaga ruangan disertasi, Henry, membantah ada keributan terjadi di ruangannya. Katanya, jika ada mahasiswa berisik, biasanya kejadian itu ada di lantai 1, bukan di ruang disertasi.

“Saya belum (pernah negur). Cuma kalau teman saya, kebetulan pernah. Kebetulan yang di bawah kan posisinya itu layanan, ada banyak mahasiswa. Ada berisik di bawah, langsung aja ditegur di bawah,” ucapnya saat diwawancarai dJatinangor di Ruang Disertasi Perpustakaan Kandaga, Rabu (2/9/2026).

Klaim Pengelola dan Temuan di Lapangan

(Dok. dJ/Raffael Nadhef)

Senada, Sakinah, mahasiswa doktoral FIB, mengaku lebih suka ruang disertasi sebab cukup tenang dibandingkan ruangan di lantai 1 yang dianggap ramai.

Kepala Kantor Pengelolaan Perpustakaan Kandaga Ute Lies Siti Khadijah juga sebut mahasiswa sekarang sudah lebih tertib dan jarang ribut. 

Sementara, dJatinangor turut mendapati kejadian lain di ruang disertasi: pada pantauan Rabu (2/9), ada dua mahasiswa strata satu yang kali ini dilarang masuk ruang disertasi sebab penjaga ruangan tak ingin ruangannya penuh meski ruangannya lagi kosong melompong.

Kesaksian lainnya datang dari Jesica Maurent, salah satu mahasiswa penunggu setia perpustakaan kandaga. Ia sebut memang ada beberapa mahasiswa yang berisik di Kandaga, bahkan hingga berpacaran sampai tidur di pangkuannya, yang baginya itu mengganggu pengguna lain. 

Meski begitu, menurutnya perpustakaan sebenarnya bisa jadi tempat ngobrol dan tempat belajar sendiri, asal ruangannya dibedakan.

“Sebenernya bisa dua-duanya (ruang ngobrol dan ruang tenang), cuma emang dibedain ruangannya. Kayak di Kandaga tuh, di BRI sama paragon buat belajar pribadi. Tapi kalau bagian luarnya pake diskusi mah sok aja,” ucapnya, Selasa (8/9).

Ruang Dibedakan, Bukan Dilarang

Ute menjelaskan, perpustakaan kandaga tersedia bagi semua pihak, jadi tidak masalah bila ada kegiatan yang menimbulkan suara bahkan di ruang belajar seperti yang dilakukan UKM Paduan Suara Mahasiswa.

Namun, ia juga mengakui, keributan tidak penting yang berlebih perlu ditegur sebab sesama mahasiswa perlu toleran untuk mereka yang ingin fokus.

“Jadi kayak berisik juga kan (perlu ditegur) supaya kita sama-sama bisa toleran pada orang, bersimpati buat orang ada yang lagi belajar,” ucapnya saat diwawancarai dJatinangor di Ruang Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Selasa (8/9).

Para pengguna berharap mereka bisa memperoleh kedamaian saat melakukan aktivitas terutama saat mengerjakan tugas dan belajar tanpa membatasi mahasiswa lain yang ingin ngobrol di perpustakaan.

Sebagai lembaga yang memprioritaskan seluruh kebutuhan penggunanya, Ute mengakhiri pernyataannya dengan menyatakan bahwa fasilitas di Kandaga akan ditingkatkan ke depannya terutama untuk ruangan belajar.

“Tapi ke depan, (akan) ada ruang khusus untuk belajar mahasiswa S2 S3. Nanti kita mau meningkatkan layanannya.”

Penulis: Nazmi Zahran, Ruth Gabriella
Reporter: Nazmi Zahran, Ruth Gabriella, Raffael Nadhef
Editor: Raffael Nadhef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *