Back to Strangers, Tentang Cinta yang Selalu Menemukan Jalannya Kembali

(Dok. TWS, Empunya lagu “Back to Strangers“)

In a hundred lifetimes, in a hundred worlds, and in any version of reality, I’d find you and I’d choose you.

Bagi sebagian orang, penggalan kalimat ini umum ditemukan. Bahkan terkadang, kalimat inilah yang mereka ungkapkan untuk menyatakan kasih sayang.

Bukan sekadar bualan belaka, tapi di dalamnya terdapat asa yang menggantung di angkasa agar semesta selalu berpihak. Berharap bahwa di kehidupan selanjutnya (jika memang ada), garis takdir akan mempertemukan mereka kembali dengan sang kasih dalam kisah cinta yang sama bagaimana pun caranya, apa pun rintangannya. 

Begitulah penggalan kalimat itu dikemas dalam sebuah lagu berjudul “Back to Strangers” milik TWS.

Awalnya, aku pikir lagu ini mengisahkan pedihnya akan perpisahan; soal seseorang yang perlahan remuk oleh sirnanya segala kenangan yang pernah dibangun bersama, hingga waktu dan keadaan menjadikan ia serta sang kasih tidak lebih dari dua orang asing yang pernah saling mencinta.

Namun setelah diulik, ternyata lagu ini bermakna sebaliknya.

Justru dalam lagu inilah sebuah ketulusan akan cinta tercipta. Dari lagu inilah aku memahami, bahwa cinta tidak hanya bermakna sebagai takdir, tapi juga sebagai hak untuk memilih.

“Jika takdir menginginkan jawaban sekali lagi, aku akan tetap memilih kita.”

Menurutku, seluruh pesan yang ada dalam lagu ini bermuara pada lirik itu. 

Penuh pengakuan sekaligus penegasan, lagu ini menyuarakan satu ketulusan yang sederhana: seberapa sering pun semesta tidak berpihak, meski tahu akhirnya akan berpisah, aku tetap akan memilih kamu jika diberi kesempatan sekali lagi.

Sejatinya akan terus begitu.

Barangkali, itulah bentuk cinta yang paling tulus. Karena pada akhirnya, ia tidak menuntut akhir yang bahagia atau meributkan bagaimana kisah itu usai. Selama masih berjalan beriringan dengan pilihan yang tidak pernah berubah, tidak ada lagi yang perlu diminta.

Maka demikian, “Back to Strangers” tidak menitikberatkan sebuah akhir dari kisah cinta, tapi perjalanan hati yang kembali pulang kepada orang yang sama dan menemukan jalan satu sama lain untuk kesekian kalinya.

Jadi bagaimana Sobat dJ? Tertarik untuk terlena bersama “Back to Strangers”?

Penulis: Salaisa Safa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *