Tangkapan layar akun Instagram @pramaunpad.
JATINANGOR (13/5/2026) – Pasangan calon tunggal Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2026, Harits Raihan Rafi Nugraha dan Bhiva Diaz Birawan, jalani uji publik di Ruang Moestopo, Fakultas Ilmu Komunikasi, Senin (11/5). Namun, agenda ini tuai catatan kritis sebab minimnya kehadiran pendukung paslon di lokasi yang picu keraguan Kema Unpad soal legitimasi dukungan yang mereka kantongi.
Ketua BEM Kema Unpad 2023 sekaligus Panelis 1, Mohamad Haikal Febrian Syah, soroti ketimpangan antara jumlah dukungan administratif melalui Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang dikumpulkan dengan kenyataan kehadiran di lapangan.
“Dari 156 (KTM), teman-teman bilang mau memberikan ruang dan memberikan partisipasi, tapi teman-teman yang mendukung kalian aja nggak datang,” ujar Haikal saat sesi tanya-jawab.
Sorotan ini muncul sebab pendukung dianggap sebagai representasi kelompok yang paling memercayai paslon. Keabsenan mereka di uji publik picu pertanyaan mendasar bagi Kema: apakah pasangan calon ini benar-benar punya basis dukungan yang nyata atau sekadar penuhi syarat formalitas?
Menanggapi hal ini, Calon Wakil Ketua BEM Kema Unpad Bhiva Diaz Birawan berdalih bahwa absennya para pendukung justru jadi sinyal bahwa mereka sudah menaruh kepercayaan penuh pada paslon. Menurutnya, uji publik ini justru jadi ruang bagi mahasiswa yang belum memberikan dukungan untuk mengenal mereka lebih jauh.
“Mungkin 156 yang (tidak) datang itu sudah percaya terhadap kami. Dan adanya kegiatan uji publik ini artinya membuka ruang lebih terhadap teman-teman yang tidak memberikan KTM bisa mengenal lebih dekat dengan kami,” ungkap Bhiva.
Bhiva menegaskan, pihaknya tidak menganggap fenomena sepinya pendukung sebagai sebuah kerugian. Sebaliknya, ia melihat hal ini sebagai peluang (opportunity) untuk membuktikan kualitas diri di hadapan mahasiswa yang masih bersikap objektif atau belum menentukan pilihan. Ia berharap visi, misi, dan mimpi yang mereka bawa untuk BEM Kema Unpad bisa tersebar luas ke seluruh lapisan mahasiswa.
Soal alasan lain di balik absen pendukungnya, Bhiva sebut ada banyak variabel yang memengaruhi. Namun, ia tetap optimis bahwa kehadiran Kema di uji publik akan memberikan penilaian yang lebih objektif terhadap kapasitas mereka sebagai calon pemimpin.
Menutup keterangannya, Bhiva menyatakan keyakinannya untuk memenangkan pemilihan berdasarkan kepercayaan nyata dari Kema Unpad, bukan sekadar menang melawan kotak kosong.
“Kami merasa apa yang kami tampilkan tadi itu sudah cukup puas. Memang ada kendala, tapi kami tetap optimis bahwasanya kami tetap bisa menang dengan legitimasi yang baik,” pungkasnya.
Penulis: Ruth Gabriella, Nazmi Zahran
Reporter: Ruth Gabriella, Nazmi Zahran, Chevina Hanaya
Editor: Raffael Nadhef
