Perak 2025 Hadirkan Mata Lomba Baru dan Rangkaian Pra-Acara

perak

Perwakilan masing-masing program studi Fakultas Ilmu Komunikasi menyalakan obor untuk membuka acara Pesta Rakyat Komunikasi (Perak) 2025 pada Sabtu, 20 September 2025. (dJatinangor/ Naia Emmyra)

Pesta Rakyat Komunikasi atau yang lebih dikenal dengan nama Perak diselenggarakan setiap tahun sebagai program kerja dari Departemen Seni, Budaya dan Olahraga Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Senbora BEM Fikom).

Pada Sabtu (20/09) Perak menyambut para mahasiswa di Amphitheater Fikom dalam acara pembukaan yang terdiri dari pertunjukan musik, kabaret, penyalaan tungku obor, pawai program studi, nyanyian yang dipimpin oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hooligarkom, dan malam karaoke sebagai penutup acara. 

Perak 2025 mengusung tema “The Wild West Show Down” yang menjadi alasan mengapa mereka memiliki rangkaian acara kabaret yang meliputi pemain peran dari budaya Wild West berupa koboi dan sheriff.

Pertunjukkan kabaret “The Wild West Show Down” pada acara pembukaan Pesta Rakyat Komunikasi Sabtu (20/9)

Ketua BEM Fikom David Mei menyampaikan bahwa Perak merupakan salah satu momen untuk mahasiswa Fikom bisa memantik jiwa kompetitifnya dalam bidang non akademik

“Baik dari perlombaan olahraga maupun di bidang seni, (Perak) ini menjadi wadah untuk Kema Fikom yang bukan cuma organisatoris aja, tapi bisa jalin kolaborasi untuk sinergitas terkait dengan (aspek) kompetitifnya,” ucap David.

Perak Mengadopsi Rangkaian Big Force Festival

Berlangsungnya nyanyian-nyanyian yang dipimpin oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hooligarkom Sabtu (20/09).

Davi Rizky Fadillah selaku Project Officer dari Perak mengemukakan ambisinya dalam mendorong sportivitas sekaligus jiwa kompetisi dalam suasana Perak tahun ini melalui pra-acara yang dilakukan pada Sabtu (13/9) lalu di lapangan basket Bale Santika Universitas Padjadjaran. 

“Di tahun ini, aku sendiri dan teman teman panitia ngebawain salah satu rangkaian baru yang di mana sebenarnya itu rangkaian pre-event, di mana konsepnya itu mirip-mirip kayak Padaya di BFF (Big Force Festival),” ucap Davi, sambil mengingat kembali mengenai acara pembukaan Big Force Festival.

Pembukaan Big Force Festival biasanya dilakukan dengan menyorakkan nyanyian yang menunjukkan identitas fakultas masing-masing. Sehingga itu juga diterapkan juga di Perak tahun ini.

“Jadi tiap jurusan, mereka bakal maparin chants-chants mereka selama 10 menit.” kata Davi

Terkait ini, Ketua BEM Fikom juga menyampaikan bahwa pra-acara Perak memajukan visinya yang ia miliki bersama Wakil Ketua BEM Fikom Fadhillah Az Zahra untuk menggaungkan nama Fikom kepada Kema Unpad secara umum.

“Itu jadi visi aku banget, sih, sama Dara (Fadhillah Az Zahra) karena sebenarnya aku mengiranya (Perak) bukan cuma proker di ranah fakultas, tapi itu udah menyaingi proker di tingkat universitas seperti Big Force Festival karena dari segi teknis detailnya menurut aku lebih matang Perak. Beberapa tahun ke belakang aku kan juga 2 kali jadi panitia (BFF), tapi teknisitorisnya itu masih kurang. Maka dari itu ini jadi poin plus aku ketika ada Pesta Rakyat (Komunikasi) ini agar aku menggaungkan nama Fikom ini bukan BEM Fikom, tapi nama Fikom-nya sendiri bahwasanya kita mewadahi Kema Fikom di sini, bukan untuk orang-orang yang organisatoris saja.”

Mata Lomba Baru berupa Monolog dan Group Mural

Tidak seperti Perak 2024, mata lomba stand-up tidak ditemukan pada kategori Art and Communication di tahun ini, melainkan mata lomba monolog sebagai penggantinya.

“Dari kami sendiri (sebagai) panitia ngelihat kalau stand-up, ketertarikan mahasiswa di Fikom untuk ikut lomba itu menurun. Jadi daripada yang daftar itu hanya beberapa jurusan, kami pengen coba bawain mata lomba baru yang dimana mata lomba ini sebenernya gak perlu yang pakai materi yang terlalu berat kayak stand-up, gitu. Jadi yang agak simpel, itu tuh monolog.”

Perak 2025 juga memutuskan untuk menambahkan mata lomba baru, yaitu group mural. Hal ini melihat selalu adanya Divisi Art and Decoration pada setiap kepanitiaan program kerja yang diselenggarakan oleh BEM Fikom. 

Davi pikir ini menjadi kesempatan dan ruang bagi para mahasiswa untuk menggunakan kreativitasnya dalam mata lomba Group Mural.

“Nah, kalau yang aku lihat tiap proker (yang) lagi berjalan, art and decoration itu gokil-gokil. Jadi aku mikir why not kalau misalkan dekorasi-dekorasi ini dijadikan lomba. Jadi makanya aku bawain yang namanya group mural di Art and Communication, gitu,” pangkas Davi.

Kepala Departemen Seni, Budaya, dan Olahraga BEM Fikom Uggi Tenitei Kaiya menyampaikan proses dibalik adanya mata lomba baru di Perak tahun ini.

“Waktu itu kita sempet ngadain forum komunikasi juga sama himpunan sebelum akhirnya (semua mata lomba) difiksasi. Jadi mata lomba yang ada sekarang itu udah hasil dari forum dengan (para) kahim-kahim (ketua himpunan),” jelas Uggi.
Mata lomba olahraga di Perak tahun ini mencakup futsal, basket, dodgeball, badminton, wall climbing, dayung, serta e-sports seperti Mobile Legends dan FIFA. Sedangkan mata lomba seni dan komunikasi tahun ini mencakup band, solo vocal, monolog, group mural, dan fotografi.

Hadiah Tetap Bersifat Simbolis

Kilas balik pada Perak 2024, hadiah uang tunai ditiadakan dan digantikan sepenuhnya dengan hadiah simbolis berupa piala dan medali, Perak 2025 juga menetapkan sistem hadiah seperti demikian.

“Kami sendiri dari panitia itu akan mengusahakan untuk memberikan medali dan juga piala,” jelas Davi.

Sistem hadiah akan ditetapkan dengan pemberian medali kepada juara 1, 2, dan 3 dari setiap mata lomba. Kemudian untuk piala hanya akan diberikan kepada juara 1 dari setiap mata lomba.

Davi juga menjelaskan lebih detail terkait sistem juara umum. “Salah satu yang paling besarnya itu adalah juara umum, dimana ketika satu himpunan mendapatkan poin akumulasi tertinggi ketika mereka berlomba, (mereka) mendapatkan emas. Kalau dapat emas itu poinnya lebih tinggi dan (jika) diakumulasikan yang tertinggi, mereka mendapatkan juara umum dan bakal dapat piala juara umum yang lebih besar lagi.”

Penulis: Naia Emmyra
Editor: Fuza Nihayatul Chusna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *