BP-Prama Unpad Resmi Tetapkan Enam Nama Peserta Prama 2026

Tampilan beranda akun instagram @pramaunpad.

dJatinangor (26/4/2026) – Badan Penyelenggara Peserta Pemilihan Raya Mahasiswa (BP-Prama) Unpad resmi tetapkan enam mahasiswa sebagai Peserta Prama 2026 pada Sabtu (25/4). Penetapan ini disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 009/A-b/BP/PRAMA/IV/2026 setelah agenda itu sempat batal tiga kali pada 5 April, 13 April, hingga 24 April.

Berdasarkan SK itu, enam peserta yang ditetapkan akan mengisi posisi di Tiga Badan Kelengkapan Organisasi Utama Kema Unpad—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), dan Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa (MWA-WM). 

Berikut nama-nama peserta yang telah ditetapkan:

  1. Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad: Harits Raihan Rafi Nugraha (FEB) dan Bhiva Diaz Birawan (Fapet). 
  2. Calon MWA-WM Kema Unpad: Muhammad Dika Mukti Pratama (FIB). 
  3. Calon Anggota BPM Kema Unpad: Aurely Cynthia Kismawati (FKG), Raihani Fathya Yulinda (FIB), dan Fauzi Jihadul Haq (FISIP). 

Daftar penetapan itu sekaligus menyisihkan dua nama yang sempat muncul dalam tahap verifikasi berkas pada 13 atau 23 April lalu, meski memang tidak lolos verifikasi. Yakni, Ibadurrohman Muhammad Almiftah (Bakal Calon Anggota BPM) dan Reza Savero (Bakal Calon Kabem).

Dilihat di akun @serudukunpad, tampaknya Reza Savero berpasangan dengan Fransiskus Robi. Meski, nama Robi ini tak pernah hadir dalam SK Hasil Verifikasi Berkas. Padahal, slogan pasangan ini adalah: “Kami tidak selalu menang, tapi kami selalu hadir.”

Terkendala UTS dan Kuorum

Ketua BP-Prama Unpad Kamalunniam Khairul Insan menjelaskan, pembatalan penetapan pada Jumat (24/4) lalu terjadi karena Rapat Pleno BP-Prama tidak memenuhi kuorum minimal 1/2n+1 komisioner. Dari total tujuh komisioner, minimal yang dibutuhkan adalah lima. Namun saat itu hanya tiga orang yang hadir: Kamal (Ketua), Daniel Dahar (Komisioner Fakultas), dan Moses Mutauruk (Komisioner Peraturan).

Sementara empat komisioner lainnya absen. Tiga di antaranya, seperti Jennifer (Sekretaris dan Bendahara 1), Daffa Firdaus (Komisioner Sistem), dan Deandra (Komisioner Manajemen Perencanaan), sedang menjalani Ujian Tengah Semester (UTS)—ketiganya berasal dari program studi dan fakultas yang sama, yakni Sekolah Vokasi.

“Tiga di antaranya sedang menjalani UTS dengan mekanisme take home,” ujar Kamal, Sabtu (25/4).

Selain kendala UTS, satu komisioner lainnya, Rainaky (Sekretaris dan Bendahara 2), juga absen karena alasan kesehatan keluarga.

Evaluasi Timeline Prama

Buntut dari keterlambatan ini, timeline Prama 2026 pun dipastikan akan bergeser untuk keempat kalinya. BP-Prama telah keluarkan surat pernyataan resmi pada Jumat (24/4) yang sebut bahwa perubahan jadwal akan segera ditetapkan “dalam waktu dekat”.

Meski saat dikonfirmasi, Kamal mengaku belum punya tanggal spesifik soal publikasi jadwal terbaru itu.

“Kami belum dapat menentukan tanggal secara spesifik karena kami ingin pastikan seluruh persiapan dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Kamal menambahkan, penundaan ini bertujuan untuk mencegah potensi dinamika dalam penyelenggaraan Prama 2026. Untuk itu, ia targetkan SK soal perubahan timeline sudah dapat dipublikasikan pada minggu depan. Adapun perubahan itu tetap harus melalui mekanisme Rapat Pleno sesuai Pasal 11 Perma 1/2020. Yakni, keputusan rapat baru dinyatakan sah jika disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3n komisioner yang hadir.

Penulis: Raffael Nadhef
Editor: Nabiilah Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *