Sudah Batal Dua Bulan, Dana Refund Rp86 Juta Eco Padjadjarun Masih Terganjal Midtrans

(Dok. Eco Padjadjarun)

Lebih dari dua bulan sejak Eco Padjadjarun HI Fest dibatalkan sepihak oleh panitia. Yang menyisa bukan kenangan dari acaranya, tapi tiket. Refund tiket 576 peserta masih terganjal Midtrans, pihak payment gateway.

Ketua Pelaksana Acara Bryan Mochammad Kibran sebut pengajuan pencairan dana ke Midtrans sudah dilakukan sejak 29 Juli 2026. Namun dana masih tertahan sebab proses verifikasi berkasnya disebut berjalan lambat. 

“Total dana yang tertahan ada Rp86.749.675 dengan jumlah pendaftar ada kurang lebih 576 orang,” kata Bryan kepada dJatinangor, Senin (5/10).

Acara yang semula akan digelar di area Unpad itu dijadwalkan pada 25 Juli, lalu diundur hingga 15-16 Agustus 2026, dengan rangkaian lari 5K, kompetisi hoki indoor, dan konser musik.

Salah satu pembeli tiket konser itu, Michelle, mengaku dikabari pembatalannya mendadak.

“Dikabarin cancel pas H-3 soalnya, terus baru dikasih tahu proses refund di H-2 tanggal acara,” katanya kepada dJatinangor, Rabu (23/9), yang sampai sekarang belum menerima pengembalian dana. 

Keluhan serupa datang dari Lisna, peserta lari asal Sumedang. Ia sudah mengisi data refund sesuai instruksi panitia sejak masa pengisian dibuka pada pertengahan Agustus, tapi tak kunjung dapat kabar soal pencairan dananya.

Selama transparansi proses itu abu-abu, akun Instagram @ecopadjadjarun.hifest sempat hilang. Padahal, itu adalah kanal utama komunikasi antara panitia dan peserta, hingga akhirnya dibikin lagi akun barunya: @ecopadjadjarun.hifestt.

Bantahan Penipuan

Bryan bilang, pengajuan pencairan dana ke Midtrans sudah dilakukan dua minggu sebelum pengumuman pembatalan keluar pada 12 Agustus. 

Masa pengisian data refund lalu dibuka pada 13-30 Agustus. Namun hingga akun baru @ecopadjadjarun.hifestt menyampaikan pembaruan lewat story pada 24 September, dana itu masih belum cair.

“Untuk tenggat waktu, kita belum bisa memberikan, karena variabel utama kendala terbesar selama ini berada di pihak Midtrans,” kata Bryan.

Mempertegas alasannya, Bryan juga membantah tudingan penipuan, dalam pesannya kepada salah satu peserta.

“The registration money hasn’t been touch by the committee, it’s completely stuck in our payment gateway, Midtrans,” katanya, sambil sebut ia juga jadi korban dari pihak eksternal.

Peserta Masih Menagih Janji Refund

Banyak peserta khawatir akan uangnya, mereka mengontak terus panitia.

Pertama, Dimas, peserta yang beli tiga tiket seharga lebih dari Rp350.000, mengaku tiap kali bertanya status refund ke panitia, jawabannya selalu sama: dana belum cair dari Midtrans.

Kedua, Adel mengaku belum dapat kabar lanjutan sejak panitia umumkan mekanisme refund lewat situs.

Ketiga, Michelle turut berkomentar di Instagram dan kirim pesan lewat WhatsApp tapi tak kunjung dibalas.

Keempat, Lisna cerita tak kunjung dapat kepastian tenggat saat dirinya hubungi panitia.

“Katanya pasti akan ada refund, cuman tanggal pastinya belum tau, karena lagi mengajukan ke pihak Midtrans,” katanya kepada dJatinangor, Selasa (22/`9).

Bahkan tak hanya mereka berempat, kolom komentar akun @ecopadjadjarun.hifestt pun banjir keluhan peserta yang menagih janji pengembalian dana. 

Dua Polemik Berjalan

Pengumuman pembatalan yang diunggah di akun Instagram @ecopadjadjarun.hifest pada 12 Agustus cuma sebut keputusan itu “telah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi dari pihak penyelenggara”, tanpa penjelasan rinci. 

Lisna dan Dimas juga bilang tak pernah dapat penjelasan lain soal alasan di balik pembatalan itu. Bahkan mereka juga kian khawatir sebab akun Instagram @ecopadjadjarun.hifest menghilang, takda jalur komunikasi lagi.

Disanggah Bryan, bukan sengaja menghilangkan akunnya tuk mengabaikan aduan, akun instagram resmi itu diretas.

“Akun Instagram utama kita terkena hack di mana nomor untuk verifikasi login Instagram-nya secara mendadak berubah tanpa adanya konfirmasi. Sampai saat ini kami tidak pernah mengetahui siapa yang merubah nomor tersebut.”

Kata UKM Hockey Unpad

Salah satu rangkaian acara Eco Padjadjarun HI Fest adalah kompetisi hoki indoor. Meski itu berkolaborasi dengan UKM Hockey Unpad, mereka sebut keterlibatannya bukan sebagai panitia inti, cuma sebatas mitra kolaborasi.

“Keterlibatan UKM hanya sebatas pada kejuaraan hockey, administrasi, serta mencari mitra lain untuk menjalin kerja sama,” kata pihak UKM Hockey Unpad melalui dm Instagram-nya kepada dJatinangor, Senin (12/10).

Setidaknya 4 bulan sebelum dibatalkan, ternyata pembahasan dan perancangan konsep bersama pimpinan UKM Hockey Unpad sudah dimulai sejak Februari.

Lalu sebelum acaranya batal, mereka sebut baru menerima kabar di H-5 atau H-4 jelang acara, artinya lebih dulu dari pengumuman publik yang baru keluar H-3.

Acara yang Berakhir Jadi Tanda Tanya

Eco Padjadjarun HI Fest dengan segala rangkaian acara wacananya sempat sebut akan menghadirkan Reality Club, band mewah yang ramai publik senangi. Namun bukan cuma mewah band-nya, tapi juga hadiahnya: hingga Rp150 juta. Meski lagi-lagi semua ini cuma (sempat jadi) wacana.

Raupan dana itu tentu sumbernya pun dari tiket penjualan. Tiket yang dijual itu terbagi dalam berbagai kategori, yang diklaimnya tiap tiket menyumbang satu bibit pohon:

  • Magical People Fest (Day 1/2): 220k, atau usai diskon jadi 160k;
  • Magical People Fest 2 Day Pass: 315k, atau usai diskon jadi 239k;
  • Ecorun Pelajar plus Magical People Fest (Day 1/2): 290k, atau usai diskon jadi 230k;
  • Ecorun Umum plus Magical People Fest (Day 1/2): 350k, atau usai diskon jadi 290k.

Uang-uang peserta itu kemudian batal dikonversi jadi tiket. Panitia sempat mengimbau agar peserta mengisi data refund dan mengecek statusnya berkala. 

Namun hingga berita ini terbit, refund peserta belum terealisasi, dan belum ada kepastian kapan dana 576 peserta itu akan benar-benar kembali.

Penulis: Nayla Auliya, Aisyah Rosevianti
Reporter: Nayla Auliya, Raffael Nadhef
Editor: Raffael Nadhef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *