Cuma 20 Menit, Safari Prama di Sekolah Vokasi Dinilai Hanya Gugurkan Kewajiban

(Dok. Kanal Media Unpad)

JATINANGOR (6/5/2026) – Penyelenggaraan Safari Kampanye Pemilihan Raya Mahasiswa (Prama) Unpad 2026 di Sekolah Vokasi pada Senin (4/5) tuai kritik tajam dari mahasiswa setempat. 

Agenda yang jadi ruang dialog dua arah itu dinilai hanya menjadi formalitas belaka sebab berlangsung singkat, yakni sekitar 20 menit, di tengah kondisi cuaca buruk dan bentrokan jadwal dengan persiapan arak-arakan wisuda.

Ketua BEM Sekolah Vokasi Michael Paskah menyatakan, kegiatan safari ini sangat minim partisipasi bermakna dan terkesan sekadar upaya gugurkan kewajiban dari pihak penyelenggara.

“Menurut saya memang rasanya di sini sangat minim meaningful participation dan terkesan hanya agenda menggugurkan tanggung jawab Prama. Seharusnya, agenda safari ini menjadi momentum dialog dua arah antara calon pemimpin dengan Kema Unpad khususnya Kema Vokasi … bukan sekadar tetap jalan tanpa memastikan partisipasi yang bermakna terealisasi,” ujar Michael pada Rabu (5/5), sehari usai safari Vokasi dilaksanakan.

Keresahan serupa disampaikan oleh Gandi, Kema Vokasi. Ia anggap pihak Prama tidak tunjukkan rasa hormat terhadap kegiatan internalnya sendiri juga dengan fakultas yang sedang berlangsung. 

“Mereka menyepelekan kegiatan mereka sendiri, istilah katanya ‘yang penting selesai’. Dengan kondisi seperti kemarin, sangat tidak kondusif dan sangat tidak efektif,” ungkap Gandi. 

Ia menambahkan, hanya sekitar 30 mahasiswa yang hadir dalam safari itu. Angka yang dinilai sangat jauh dari target persuasi kampanye yang ideal.

Berdasarkan pantauan dJatinangor, durasi safari di Sekolah Vokasi ini kenyataannya berbanding terbalik dengan pelaksanaan di fakultas lain seperti di Day-4. Rata-ratanya menghabiskan waktu hingga dua jam. Sebagaimana publikasi Prama, struktur acara mencakup pembukaan acara, pemaparan tata tertib, perkenalan paslon, pemaparan visi-misi paslon, hingga sesi tanya jawab paslon.

Di sisi lain, pihak Sekretariat Jenderal BP-Prama melalui staf Humasnya, Ariefah Azzahra, mengklarifikasi bahwa penetapan jadwal telah didasarkan pada hasil sosialisasi sebelumnya yang disebut tidak ada keberatan dari pihak kema. 

Pihak Prama klaim telah lakukan koordinasi untuk meminimalisasi kemungkinan kendala di lapangan. Ia juga menegaskan, agenda ini dijalankan sesuai prosedur untuk peroleh legitimasi dari seluruh fakultas.

Namun, Michael menekankan, legitimasi tidak hanya lahir dari keterlaksanaan prosedur, tapi juga dari kualitas keterlibatan mahasiswa. Ia soroti pentingnya calon pemimpin untuk peka terhadap isu-isu di Vokasi, seperti masalah regenerasi organisasi yang mulai melemah. 

Ia ingatkan agar kondisi persaingan melawan “kotak kosong” tidak mengurangi sensitivitas paslon terhadap suara kema.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua BP-Prama Kamalunniam Khairul Insan belum bisa beri pernyataan resmi lebih lanjut. Sebab menurutnya, ada dinamika internal soal pengunduran diri calon Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa (MWA-WM) yang menuntut perancangan ulang lini masa. 

Kamal sempat menjanjikan wawancara atau transparansi informasi pada Selasa (5/5). Ia sebut akan direspons pada besoknya, Rabu (6/5). Namun di hari Rabu, ia tetiba batalkan janjinya dengan alasan kepadatan agenda internal.

Sedang, Calon Ketua BEM Unpad Harits Raihan sempat menolak untuk wawancara pada Selasa (5/5) sebab sibuk, dan baru menyatakan kesediaannya pada Jumat (8/5) mendatang. 

Mengingat masa safari fakultas akan berakhir pada Sabtu (9/5), sebagaimana dalam dalam SK-10, Kema Vokasi berharap adanya itikad baik untuk lakukan dialog ulang yang lebih substantif sebelum masa kampanye berakhir.

Penulis: Raffael Nadhef
Editor: Hasanudin Yahya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *