Gate System Jalan Setengah Tahun, Sudahkah Unpad Wujudkan Green Campus?

Antrean motor di gate system Unpad. (Dok. dJ/Raffael Nadhef)

Sejak resmi diberlakukan Februari lalu, gate system di Unpad telah berjalan tujuh bulan di empat dari delapan gerbang masuk kampus, yakni gerbang A (dekat Rektorat), B (dekat Rumah Sakit Unpad), C (dekat Bale Wilasa 1), dan D (dekat Tugu Makalangan). Namun, kebijakan yang awalnya hadir sebagai upaya Unpad mewujudkan Green Campus ini masih hadapi permasalahan yang tak kunjung usai. Yakni, kemacetan akibat antrean kendaraan justru jadi bumerang bagi ambisi kampus mengurangi emisi karbon.

Padahal, hal ini sudah jadi pembahasan sejak April lalu yang katanya akan dievaluasi oleh Unpad. Selama tujuh bulan gate system berjalan, data emisi karbon yang masuk pun diakui belum alami penurunan yang signifikan.

Kepala Pengembangan Kampus Berkelanjutan serta Keamanan dan Keselamatan Lingkungan (PK3L) Unpad, Kusnahadi Susanto, mengakui hal ini. “Datanya sudah ada, tapi dampaknya belum. Jadi jumlah emisi karbon dari sebelum ada gate dan setelah ada gate itu ada penurunan, tapi gak sampe berdampak, gak signifikan,” ucapnya saat ditemui dJatinangor di Gedung Rektorat, Sabtu (5/9).

Ingin Tertib, Macet Cuma Berpindah Tempat

Meski demikian, Kusna sampaikan bahwa penurunan emisi karbon hanyalah salah satu tujuan gate system, sebab ada tujuan lain yang ingin dicapai: ketertiban. Diklaimnya, sebelum ada gate, sering terjadi penumpukan kendaraan di area bundaran di antara Fisip dan FKG.

Namun, Kusna lagi-lagi akui, pemasangan gate ini tidak mengatasi masalah, hanya memindahkannya saja.

“Jadi ide tentang adanya gate itu juga untuk ketertiban. Dulu di bundaran Fisip dan FKG itu waduh, crowded. Pagi-pagi di situ kayak pasar, kayak nggak jelas motor ke sana ke mari. Nah, kita buat gate. Di situ rada agak lebih turun tuh crowded-nya, tapi (macetnya) jadi pindah ke bawah. Jadi kita tuh memindahkan masalah, tapi at least masih dekat dengan luar lah (macetnya).”

Apa Kata Mahasiswa

Menurut Ima (bukan nama sebenarnya), mahasiswa FPIK, kemacetan di bundaran itu bukanlah masalah besar.

“Kalau dari sudut pandang aku, sebenarnya (di area bundaran) bukan macet yang parah banget, karena area tersebut berbentuk bundaran,” katanya, Minggu (6/9).

Senada, Joan, mahasiswa Fapet, akui belum pernah terkena macet di bundaran itu. “Kurang efektif sih (gate ini) kalau menurut aku, karena yang dulu juga nggak terlalu macet (di bundaran). Bahkan belum pernah kejebak macet,” ucapnya, Senin (7/9).

Kesaksian ini jadi tanda tanya besar terhadap penyelesaian masalah yang dilakukan Unpad. Yakni, dengan memindahkan kemacetan ke gerbang, justru sebabkan macet yang lebih panjang.

Unpad Pastikan Gate Tetap Berjalan

Meski begitu, Kusna sebut Unpad akan terus lanjutkan operasi gate ini. Menurutnya, ini bukan perkara ego, tapi soal penyelarasan pikiran kampus dengan mahasiswa. Apalagi, evaluasi terhadap gate system bukanlah hal mudah, tegasnya.

“Kita mah bukan dalam rangka ego ya,” katanya, “saya kira (masalah ini) masih cukup panjang, saya gak bisa seperti langsung membalikan telapak tangan.”

Penulis: Gina Sonya, Chevina Hanaya
Editor: Raffael Nadhef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *