Kredit Tulisan

Mulanya lebih lazim disebut byline, atau pencatutan nama wartawan yang menulis sebagai akuntabilitas media. Namun rasanya untuk budaya di dJ ini, pencatutan nama tak hanya pada penulis, tapi juga reporter, desain, editor, dan/atau kreator. Maka, sebutan “kredit” lebih pas.

  • Penulis: menulis sekaligus reportase
  • Reporter: hanya melakukan reportase
  • Desain: bisa jadi membuat ilustrasi visual, bikin carousel (bila di Instagram)
  • Editor: menyunting tulisan sekaligus sebagai gatekeeper (tak melulu dicantum; bila suatu tulisan naik tanpa ada nama editor, bukan berarti ini tak disunting, hanya saja kontribusi penyuntingannya tak signifikan membantu, tapi tetap gatekeeper di editor)
  • Kreator: menulis, reportase, dan mendesain (secara sekaligus)

Menilik singkat alasan perlu kredit

Ini bermula oleh Taylor di 1850-an sebab jengkel dengan wartawan perang yang kurang bertanggung jawab. Maka, dengan adanya kredit/nama wartawan, mereka mau tak mau lebih bertanggung jawab. Pun ini jadi konsekuensi bahwa pembaca jadi tahu mana penulis yang baik dan tidak baik. Lalu 1960-an media besar seperti New York Times mulai pakai byline.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *