“Begged” dan Orang-Orang yang Pernah Memohon untuk Tetap Dipilih

(Sumber foto begged: genius.com)

Barangkali tidak ada yang lebih sunyi daripada seseorang yang sedang memohon agar tidak ditinggalkan.

Saya, misalnya, yang berusaha untuk tak mengemis (secara harfiah). Kadang saya hanya duduk di depan layar ponsel, mengetik pesan yang sama untuk kesekian kalinya.

Karena memang tak ada yang memberitahu bahwa cinta juga bisa membuat manusia jadi pengemis … bukan pengemis uang maupun pengemis belas kasihan, tapi pengemis kesempatan.

Satu hari lagi, satu percakapan lagi, dan satu alasan lagi saya ajukan untuk bertahan.

Seolah berdiri di depan pintu yang sudah ditutup rapat sambil mengetuknya berkali-kali, berharap suara dari dalam berubah pikiran.

Kadang saya terus cari alasan untuk bertahan, meski semua tanda telah menunjukkan bahwa yang dipertahankan sebenarnya sudah selesai.

Di situlah Begged milik Olivia Rodrigo berdiri.

Lagu ini tak bercerita tentang cinta yang berhasil diselamatkan, ia juga tak tawarkan kisah balas dendam yang sering jadi pelarian setelah patah hati.

Sebaliknya, Begged memilih tinggal di ruang yang lebih tidak nyaman: ruang tempat seseorang menyadari bahwa ia pernah memohon agar tetap dicintai.

Ada sesuatu yang menyakitkan dari kata begged.

Kata itu tidak sekadar berarti meminta, tapi ia bawa bayangan tentang posisi yang timpang.

Tentang seseorang yang berdiri sedikit lebih rendah dari orang yang dihadapinya dan harapan yang diletakkan di tangan orang lain sambil menunggu keputusan yang mungkin tidak akan pernah berubah.

Karena itu, bagi saya, lagu ini terasa seperti pengakuan.

Bukan pengakuan tentang betapa besar cinta yang ada, tapi tentang betapa jauh cinta dapat menyeret saya keluar dari diri saya sendiri.

Saat mendengarkannya, sulit untuk tak mengingat momen-momen ketika harga diri dan cinta saling bertabrakan.

Sebab kenyataannya, saya tumbuh dengan keyakinan bahwa cinta harus diperjuangkan, bahwa menyerah terlalu cepat adalah bentuk kegagalan, dan bahwa jika saya cukup sabar, cukup setia, atau cukup mencintai, ia akan memilih untuk tinggal.

Namun hidup tidak selalu bekerja seperti itu.

Kadang seseorang tetap pergi setelah semua usaha diberikan, kadang seseorang tetap meninggalkan saya setelah semua alasan disampaikan.

Dan kadang yang tersisa hanyalah pertanyaan yang lebih menyakitkan daripada kehilangan itu sendiri: mengapa harus memohon untuk sesuatu yang seharusnya diberikan dengan sukarela?

Mungkin karena itulah Begged terasa begitu manusiawi.

Ia tidak menempatkan pendengarnya sebagai sosok yang kuat. Lagu ini justru mengajak untuk menatap versi diri yang paling rapuh, versi yang mungkin selama ini disembunyikan karena terlalu memalukan untuk diakui.

Versi diri yang menunggu balasan pesan, yang meminta kesempatan terakhir, dan yang rela kehilangan martabat asalkan tidak kehilangan seseorang.

Namun seperti luka pada umumnya, lagu ini tidak berhenti pada rasa sakit, ada kesadaran saya yang perlahan tumbuh di balik setiap pengakuannya.

Bahwa cinta yang harus dipohonkan terus-menerus mungkin bukan cinta yang sedang bertahan, melainkan cinta yang sedang pergi.

Bahwa seseorang yang benar-benar ingin tinggal tak membutuhkan seribu alasan untuk melakukannya.

Dan bahwa pada akhirnya, tak semua kehilangan layak untuk ditangisi selama itu.

Sebab setelah semua pesan yang dikirim, semua kesempatan yang diminta, dan semua harga diri yang dikorbankan, ada satu hal yang perlahan menjadi jelas: saya tak sedang memperjuangkan cinta.

Saya sedang memperjuangkan seseorang yang sudah berhenti memilih saya sejak lama … dan mungkin itu bagian yang paling memalukan?

Bukan karena pernah memohon, melainkan karena saya memohon kepada orang yang diam-diam menikmati perjuangan saya, tapi tak pernah benar-benar berniat untuk tinggal.

Pada akhirnya, Begged bukan lagu tentang seseorang yang gagal mempertahankan cinta.

Ia adalah lagu tentang seseorang yang akhirnya menyadari bahwa kehilangan orang yang salah tidak pernah seburuk kehilangan dirinya sendiri.

Penulis: Cintamy Salsabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *