Minim Diskusi dengan Internal BEM, Paslon Tunggal Mourinho-Zaidan Tuai Kritik di Uji Publik Vote Fikom 2025

Maurinho-Zaidan, pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Fikom 2026. (Dok.Undangan Bergerak)

Uji publik Ketua dan Wakil Ketua (Kawaka) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (BEM Fikom) 2026 digelar pada Jumat (3/1) melalui aplikasi Zoom. Rangkaian itu adalah salah satu tahapan dalam pemilihan raya mahasiswa Fikom atau kerap disebut Vote Fikom. 

Christofer Mourinho dari program studi (prodi) Televisi dan Film dan Rafi Ahmad Zaidan dari prodi Ilmu Komunikasi merupakan pasangan calon (paslon) tunggal yang berlaga dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM Fikom tahun ini. 

Ketua Pelaksana Vote Fikom 2025 Muhammadafi Mulantara (Afi) mengatakan selama masa pendaftaran bakal calon Kawaka BEM Fikom 2026 ada beberapa orang yang sempat ingin maju tetapi hanya satu calon saja yang akhirnya mendaftar.

“Banyak yang memutuskan untuk tidak mengikuti kontestasi sehingga hanya menghasilkan satu paslon,” jelas Afi.

Status Mourinho-Zaidan yang tidak masuk dalam internal kepengurusan BEM Fikom 2025 juga disoroti oleh Dosen Ilmu Komunikasi Nadia Febriani selaku panelis.

“Jadi, tolong hal-hal itu kalian amati dulu gitu ya, karena saya lihat teman-teman enggak ada yang dari BEM tahun ini ya, enggak ada yang dari internal BEM tahun ini kan,” ungkap Nadia.

Calon Kawaka BEM Fikom memang tidak diharuskan paslon berasal dari internal kepengurusan. Semua Mahasiswa Fikom yang memenuhi syarat menurut Peraturan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Mahasiswa Fikom Unpad Nomor 1 tahun 2025 dapat mencalonkan diri. 

Namun, hal ini menjadi polemik saat uji publik karena ada beberapa internal BEM Fikom 2025 yang merasa tidak diajak berdiskusi tentang kondisi aktual dan dinamika program kerja yang dievaluasi dan diajukan pada grand design Mourinho-Zaidan.

“Aku me-notice ada satu program KPSDM (Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) yang dijadikan program unggulan nih, tapi sayang sekali aku enggak diajak ngobrol nih tentang ini, jadi aku mau nanya-nanyanya di sini aja gitu,” ucap Andrea selaku Kepala Departemen KPSDM BEM Fikom 2025.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Abriza, Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis, yang tidak diajak berdiskusi. Ia kemudian mempertanyakan survei atau jajak pendapat yang dilakukan oleh Mourinho-Zaidan.

“Kemudian tadi sekilas join juga, beberapa kali Cawaka BEM mengatakan sudah dilakukannya survei atau jejak pendapat. Tapi dari saya pribadi sayangnya tidak ada yang me-reach out nih. Jadi bingung aja sih itu kira-kira surveinya dari mana dan surveinya itu ke siapa aja sih sebenarnya,”

Menanggapi hal itu, Mourinho meminta maaf kepada semua yang merasa belum diajak berdiskusi. Ia mengaku memang kurang strategis dalam memetakan subjek untuk diajak berdiskusi. Namun, kedepannya dia memastikan akan melakukan diskusi lebih lanjut dan menerima segala bentuk masukan dalam kepemimpinan BEM Fikom 2026. 

Merespons terkait persoalan kurangnya diskusi bersama internal BEM Fikom 2025, Mourinho-Zaidan juga menyampaikan keluhan terkait linimasa Vote Fikom yang singkat. Mereka hanya melewati waktu 17 hari dari pertama kali sepakat untuk maju sampai rangkaian uji publik diselenggarakan. Menurutnya, ini adalah masalah berulang yang harus diperbaiki kedepannya. 

“Kami merasa cukup terbantu dengan Vote Fikom sejauh ini. Hanya cukup menjadi sebuah masalah terkait timeline, masalah ini menjadi sebuah pengulangan dari tahun ke tahun di mana Vote Fikom selalu mulai di akhir semester ganjil dan ini perlu menjadi evaluasi untuk kedepannya,” ungkap Mourinho, Jumat (3/1).

Ketua Pelaksana Vote Fikom sendiri menilai linimasa yang dinilai singkat itu juga karena faktor tidak ada yang mendaftar hingga tenggat yang ditetapkan pada Jumat (19/12) lalu. Selain itu, linimasa yang ditetapkan juga mempertimbangkan masa kuliah kerja nyata (KKN) yang akan dimulai pada Sabtu (10/1) yang akan datang.

“Kemudian, ada faktor bahwa ada Kema Fikom yang akan mulai melaksanakan KKN mulai tanggal 10 januari. Sulit rasanya apabila kita menunggu semester genap dimulai karena peran lembaga eksekutif juga harus segera berjalan. Oleh sebab itu, Vote Fikom merancang timeline seperti yang kami publikasikan,” jelas Afi.

Di tengah dinamika Vote Fikom tahun ini, Afi mengharapkan seluruh mahasiswa Fikom dapat menggunakan hak suaranya selama masa pemilihan pada 5-6 Januari 2026. 

Tata Cara Pemilihan Vote Fikom Unpad

Vote Fikom melalui akun instagram resminya @vote.fikom merilis petunjuk teknis untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua BEM Fikom 2026. Pemilihan ini akan mengadu Mourinho dengan Kotak Kosong. Berikut tata cara pemilihannya:

  1. Buka Website https://v2-students.unpad.ac.id/
  2. Login menggunakan akun Paus
  3. Tekan garis tiga yang ada di pojok kiri
  4. Tekan Pemilihan Raya pada menu Lain-lain
  5. Tekan detail pada Pemilihan Vote Fikom Pemilihan Kabem Wakabem Fikom 2026
  6. Tekan profile Paslon 1 atau Mahasiswa Dummy S1
  7. Centang kotak persetujuan dan tekan pilih
  8. Pastikan ada notifikasi berhasil sebagai tanda pemilihan telah berhasil dilakukan

Penulis: Fuza Nihayatul
Editor: Raffael Nadhef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *