Uji Publik: Catatan untuk Calon PO dan VPO Perak 2024

Sesi dokumentasi pada saat uji publik calon PO dan VPO Perak 2024 pada Minggu (9/6) lalu. (Dok. panitia)

dJatinangor.com — Proses pemilihan Project Officer (PO) dan Vice Project Officer (VPO) Pesta Rakyat Komunikasi (Perak) 2024 sebagai salah satu event terbesar di Fikom Unpad, telah dimulai. Uji publik pun digelar secara daring via Zoom pada Minggu (9/6) siang lalu. Kualitas pada calon pun diuji melalui paparan grand design dan pertanyaan dari para panelis dan Kema Fikom.

Pencarian Calon PO dan VPO Perak 2024 sebenarnya sudah dimulai sejak April lalu, tepatnya melalui penawaran terbuka pada 15 April 2024. Dari penawaran terbuka tersebut, terdapat satu pasang calon yang mendaftarkan diri, yaitu Muhammad Fakhrizy alias Jo dari Televisi dan Film 2022 dan Balqis Alisha dari Jurnalistik 2022. 

Uji publik turut dihadiri oleh tiga orang panelis yaitu Wakil Ketua BEM Kema Fikom 2024, Tubagus Raihan alias Tebe; PO Perak 2023, M. Fathur Rahman; dan VPO Perak 2023, Agnes Liora. Selain itu, uji publik juga dihadiri oleh kurang lebih 60 mahasiswa Fikom.

Uji publik terbagi menjadi lima sesi, dengan rincian:

  1. Pemaparan Grand Design dari Calon PO dan VPO Perak 2024
  2. Tanya-jawab oleh Panelis 1, Wakil Ketua BEM Fikom 2024
  3. Tanya-jawab oleh Panelis 2, PO Perak 2023
  4. Tanya-jawab oleh Panelis 3, VPO Perak 2023; dan
  5. Tanya-jawab oleh Kema Fikom.

Jo dan Balqis pun memaparkan isi grand design yang telah mereka susun. Grand design tersebut berisi perkenalan diri serta analisis SWOT diri, alur berpikir, evaluasi dan solusi, SWOT Perak, visi-misi, tema dan konsep, serta struktur kepanitiaan.

Jo dan Balqis mengusung tema “The Journey at Harrenhal: The World of Ice & Fire”. The Tourney at Harrenhal merupakan nama turnamen terbesar di Kota Westeros yang dirujuk dari film Game of Thrones. Dalam filmnya, turnamen tersebut diadakan oleh Lord Walter Whent untuk merayakan pernikahan putrinya dan dihadiri oleh semua keluarga bangsawan utama di Westeros. Turnamen ini terkenal dengan kemegahan dan kemewahannya serta kompetisinya yang ketat. Mereka menilai bahwa ada kesamaan antara cerita tersebut dengan Perak.

“Mengapa kami memilih The Tourney at Harrenhal ini sebagai tema? Karena ditemukan kesamaan di antara Perak dan juga tourney tersebut, dimana himpunan-himpunan di Fikom sebagai bangsawan utamanya mengirim perwakilan terbaik dari yang terbaik untuk menjadi juara, dan Fikom sebagai Westeros yang menjadi tempat legal para bangsawan,” jelas Jo, Calon PO Perak 2024.

Adapun, Jo dan Balqis mengusung konsep baru bagi Perak 2024, khususnya di bagian main event. Konsep main event yang mereka usung adalah kompetisi dengan sistem liga dengan penghitungan poin dari tiap pemenangan pada setiap mata lomba.

Selain itu, mereka juga membawa susunan kepanitiaan yang berbeda dibanding sebelumnya. Inovasi yang direncanakannya adalah hadirnya Bidang Manajemen Sumber Daya Mahasiswa (MSDM). Susunan kepanitiaan kemudian turut menjadi poin yang dipertanyakan oleh Tebe pada sesi tanya jawab panelis pertama.

“Diharapkan MSDM itu bisa mendekatkan antar divisi gitu, selain tiap divisi, jadi antar divisi. Dan dengan adanya MSDM, kami berharap juga panitia-panitia yang ada di Perak ini punya rasa sense of belonging di Perak,” jawab Balqis, Calon VPO Perak 2024.

Fathur, PO Perak 2023 pada sesi panelis sempat mengkritisi tentang tantangan tenaga, waktu, hingga anggaran yang akan lebih banyak dihabiskan untuk format liga yang direncanakan oleh Jo dan Balqis.

Jo pun menjelaskan bahwa dirinya akan menambah jumlah panitia untuk memenuhi kebutuhan SDM, terutama pada bidang event.

“Kalau event, kayak bidang event ini dari opening, competition segala macem, kita kasih privilege untuk mendapatkan orang yang SDM yang lebih banyak untuk mengurus kompetisinya,” jelas Jo.

Menurut Jo dan Balqis, Perak 2024 direncanakan berlangsung selama sembilan pekan sejak awal liga hingga final. Namun, rincian pelaksanaannya masih belum dipastikan, termasuk jumlah pertandingan yang digelar dalam satu minggu.

Beranjak pada sesi keempat, Liora bertanya seputar mengenai strategi pengelolaan SDM dan pengelolaan dana acara.

Liora mengawali sesi dengan mempertanyakan strategi yang akan diterapkan calon PO dan VPO dalam membentuk internal dan birokrasi yang lebih baik di Perak 2024. 

Menanggapi hal ini, Jo dan Balqis menekankan pendekatan fleksibilitas dengan memberikan kebebasan kepada setiap divisi untuk menentukan langkah kerja mereka sendiri setelah diberikan blueprint dan target yang jelas.

“Mungkin budaya weekly meeting yang lebih dikurangi karena di awal kita udah bikin blueprint dan segala macem. Karena kan di blueprint ini anggapannya udah ada landasan tiap divisinya akan bikin apa. Dan mereka tuh anggapannya tinggal ulik-ulik dikit lah. Tinggal diubah dikit, menyesuaikan dengan faktor-faktor yang lain,” ungkap Jo.

Sementara itu, terkait pengelolaan dana, Liora mempertanyakan langkah yang akan diambil jika dana utama dari Dana Aktivitas Pembelajaran (DAP) dan sponsor tidak mencukupi untuk menutupi biaya acara. 

Jo dan Balqis mengakui bahwa hal tersebut merupakan kasus anomali, tetapi mereka tetap akan menyiapkan dana darurat sejak awal.

“Kalau misalkan dana daruratnya sudah habis dan nyatanya udah ya kalau emang itu jadi keharusan kita ya, kita akan siap menombok. Karena kita nggak mau ngeberatin ke anak-anaknya juga,” jelas Jo.

Selain itu, Balqis pun menjelaskan jika divisi sponsor akan ditugaskan sebagai prioritas untuk menghimpun sponsor acara dan  turut membantu dalam pencarian dana.

Menanggapi hal ini, Liora menyarankan agar calon PO dan VPO mempertimbangkan untuk mengubah konsep acara menjadi lebih besar jika pada akhirnya mereka harus mencari sponsor dari perusahaan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik dan engagement bagi calon sponsor.

Terakhir adalah sesi tanya-jawab dengan Kema Fikom. Sesi dibuka oleh pertanyaan dari Mikael dari Himpunan Mahasiswa (Hima) Manajemen Komunikasi terkait rencana mereka untuk menghadirkan merchandise (merch) dari setiap himpunan mahasiswa (Hima).

Dalam jawabannya, Jo menekankan bahwa mereka tidak akan memaksa setiap Hima untuk memproduksi merch. Namun, bagi Hima yang sudah memiliki atau berencana memproduksi merch, Perak 2024 akan menyediakan wadah untuk memasarkannya.

Selanjutnya, Evan dari Hima Mankom pun turut mengapresiasi penjelasan komprehensif calon PO dan VPO, tetapi ia mempertanyakan bagaimana mereka akan mengukur keberhasilan dalam menciptakan stigma positif Perak di lingkungan Fikom dan memastikan euphoria di kalangan mahasiswa meningkat dengan pengurangan mata lomba.

Terkait pertanyaan tersebut, Jo menjelaskan bahwa mereka akan me-reset penyusunan mata lomba dan memikirkan strategi pemasaran yang melibatkan hal-hal unik seperti banner dari setiap Hima.

Dalam closing statement, Jo dan Balqis berterima kasih kepada Kema Fikom yang hadir dan memberikan masukan serta pertanyaan. Mereka berharap mendapat dukungan dalam menjalankan proker ini dan semoga Perak 2024 dapat berjalan dengan lancar.

Selain itu, mereka juga berharap Kema Fikom dapat berpartisipasi baik itu sebagai panitia, peserta mata lomba maupun pendukung.

“Maka dari itu, marilah kita memulai budaya berkompetisi yang sportif, kolaboratif dan inovatif, niscaya keberuntungan akan datang kepada mereka para pemberani,” tutup Jo dan Balqis secara serempak.

Setelah melalui uji publik, langkah selanjutnya akan ditentukan oleh para panelis berdasarkan hasil evaluasi terhadap pasangan tunggal Jo dan Balqis yang telah memaparkan grand design mereka. Berbagai pertanyaan dan masukan dari para panelis dan Kema Fikom menjadi catatan penting bagi mereka untuk menjalankan Perak 2024 nantinya.

Penulis: Yoga Firman
Editor: Ridho Danu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *