Aksi Kamisan, Membangun Titik Awal Pergerakan Mahasiswa Unpad

Mahasiswa berbaring menutup jalanan Gerlam Unpad sambil menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” pada aksi Kamisan, 6 Maret 2023. (dJatinangor / Ridho Danu)

dJatinangor.com – Aksi Kamisan digelar di Brooklyn Barat kawasan Gerbang Lama (Gerlam) Unpad, Kamis (6/4) sore. Aksi tersebut diinisiasi secara kolektif oleh Kema Unpad yang sebagian besar tergabung dalam BEM Fakultas se-Unpad, sebagai bentuk penghidupan ruang publik dan titik awal pergerakan, serta pengawalan isu di Unpad.

Puluhan mahasiswa dengan pakaian serba hitam mengikuti aksi Kamisan yang digelar di Gerlam. Mereka menyuarakan beberapa fokus isu, yaitu terkait belum selesainya masalah pelanggaran HAM di kasus Kanjuruhan dan penolakan terhadap Perppu Cipta Kerja yang kini telah disahkan menjadi undang-undang. Sekitar sepuluh orang mahasiswa berorasi secara bergantian.

Aksi Kamisan ini digelar sebagai bentuk pengawalan isu dan pencerdasan bagi Kema Unpad sebelum melakukan pergerakan ke luar kampus. Selain itu, aksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran Kema Unpad atas urgensi pergerakan mahasiswa terhadap berbagai isu.

Ketua BEM FISIP Unpad, Muhammad Dziki Zainal Arifin, menerangkan meskipun diinisiasi secara kolektif oleh BEM Fakultas, tetapi aksi ini tidak mengatasnamakan aliansi apapun, melainkan hanya atas nama Kema Unpad. Mahasiswa yang akrab dipanggil Zen itu menyebut aksi ini dibuat sebagai langkah pertama menghidupkan kembali pergerakan mahasiswa di Unpad.

Concern kami selain mengawal isu, ingin mengaktivasi kembali ruang-ruang publik dan kebebasan mimbar akademik di lingkungan Unpad, juga sebagai sumbu pergerakan dan pencerdasan bagi Kema Unpad itu sendiri”, ucap Zen kepada dJatinangor.com.

Aksi diawali dengan pembentangan banner propaganda dan penempelan poster-poster penolakan pada beberapa titik di Gerlam, dilanjutkan dengan orasi secara bergiliran. Kemudian, para mahasiswa melakukan aksi simbolik berbaring di jalan dan menutup jalur kurang lebih selama lima menit, sambil menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka”. Aksi ini selesai tepat pada pukul 17.30 WIB dan dilanjutkan dengan pembagian takjil gratis di jalan depan Gerlam.

Aksi Kamisan ini direncanakan akan digelar secara rutin setiap pekan. Tujuannya, untuk terus mengawal isu baik skala besar, maupun isu-isu yang ada di dalam kampus.

“Akan diupayakan (digelar secara rutin). Tapi yang jelas, kedepannya (Aksi) Kamisan akan selalu digalakkan untuk titik awal pengawalan isu di Unpad,” tutup Zen.

Penulis: Ridho Danu Prasetyo
Editor: Ridwan Luhur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *