Perempuan Dago Elos dan Perjuangan Hak Ruang Hidup

Ilustrasi perjuangan Aliansi Dago Melawan dalam konferensi pers International Women’s Day, Sabtu 4 Maret 2023. (dJatinangor/Ammar)

dJatinangor.com – Komite Aksi Simpul Puan mengadakan Konferensi Pers sebagai pre-event International Women’s Day yang diperingati pada tanggal 8 Maret (4/3), yang berlangsung di Balai RW 02 Dago Elos, Kota Bandung. Ayang, perwakilan perempuan dari Dago Melawan ikut hadir dalam Konferensi Pers IWD tahun 2023 untuk menyuarakan perjuangan dalam mempertahankan lahan permukiman mereka.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh warga Dago Elos untuk mempertahankan lahan permukimannya untuk hidup dari penggusur. Sampai detik ini, warga Dago Elos terus melawan segala bentuk perampasan terhadap ruang lingkup untuk hidup. 

Melalui konferensi pers tersebut, Ayang juga menegaskan bahwa perempuan sering menjadi pihak yang menanggung beban dengan dampak yang besar di tengah ancaman penggusuran lahan.

“Saat terjadi bentrokan dengan warga yang mempertahankan lahannya, Aparat  sering kali menggunakan kekerasan dengan upaya paksa. Sehingga sering kali perempuan mengalami kekerasan fisik bahkan kekerasan seksual” ujar Ayang.

Tidak hanya itu, Ayang menjelaskan bahwa penggusuran lahan juga berdampak pada anak-anak Dago Elos. Masa anak-anak seharusnya penuh dengan berbagai hal yang menyenangkan, tetapi tidak dengan anak-anak Dago Elos. Mereka harus mengalami berbagai dampak berupa gangguan psikologis, traumatis, bahkan stress. Dengan demikian, penggusuran lahan juga berdampak besar bagi para wanita karena mereka memiliki peran, sumbangsih, komitmen, dan kasih sayang terhadap keberlangsungan hidup keluarganya.  

“Saat terdengar ada isu penggusuran tanpa ada dana pengganti, otomatis psikologis mereka (warga Dago Elos) terganggu karena saat itu banyak terjadi pergesekan serta konflik antara suami-istri, keluarga, tetangga, bahkan teman” jelas Ayang.

Perempuan di Dago Elos terdampak pada berbagai sisi, baik dari sisi psikologis, ekonomi, bahkan fisik. Berbagai bentuk perjuangan di atas merupakan bukti bahwa semua tantangan tidak akan memudarkan semangat warga Dago Elos, khususnya perempuan untuk terus memperjuangkan hak atas tempat tinggal dan sumber penghidupan.

Reporter: Fatihah Nuritsani
Editor: Ammar Rezqianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *