Cakabem dan Cawakabem Mengundurkan Diri, Rangkaian Prama 2022 Dibatalkan

Kursi uji publik Cakabem dan Cawakabem Kema Unpad yang kosong karena paslon Bintang-Morin mengundurkan diri dari Prama 2022, Senin (21/11) di Auditorium Bale Santika. Sumber Foto: Ridho Danu Prasetyo

dJatinangor.com – Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2023, Bintang Muhammad Daffa dan Morin Azzahra, mengundurkan diri dari Prama 2022. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua BP-Prama Unpad 2022, M. Danial Khoir, saat menjelang pelaksanaan uji publik kedua di Auditorium Bale Santika, Senin (21/11).

Uji publik yang seharusnya digelar sore ini pukul 16.20 WIB batal dilaksanakan setelah Ketua BP-Prama Unpad mengumumkan pengunduran diri paslon tunggal Cakabem Kema Unpad 2023, Bintang-Morin. Padahal, panitia, audiens, dan media telah datang untuk menyaksikan uji publik. Keduanya tidak hadir saat jadwal pelaksanaan uji publik sehingga pengumuman pengunduran diri tersebut diwakilkan oleh Ketua BP-Prama, Danial.

Kronologi Pengunduran Diri

Kronologi yang disampaikan oleh BP-Prama, menyebutkan bahwa Morin sampai saat ini tidak mengunggah berkas surat keterangan sakit yang menjadi alasannya tidak hadir pada uji publik pertama, Kamis (17/11).

Minggu pagi (20/11), tim sukses menanyakan prosedur pengunduran diri paslon, namun belum ingin menyampaikan alasannya. Selanjutnya, panitia memberikan tenggat waktu hingga pukul 19.00 WIB bagi paslon untuk memberikan surat pernyataan pengunduran diri. Pada Minggu pukul 03.41 WIB, tim sukses mengabarkan bahwa paslon batal mengundurkan diri. Hanya tim sukses yang akan mengajukan pengunduran diri. Namun, berakhir tanpa kejelasan karena tidak adanya komunikasi lebih lanjut.

BP-Prama akhirnya memutuskan untuk tetap menggelar uji publik karena paslon batal mengundurkan diri. Namun, pada Senin (21/11) pukul 12.53 WIB, tim sukses kembali menghubungi BP-Prama dan menyampaikan keputusan akhir bahwa paslon Bintang-Morin mengundurkan diri dari Prama 2022.

“Siang ini, pukul 12.53, di hari uji publik kedua, paslon menghubungi dan mengundurkan diri.” ucap Danial.

Bintang dan Morin baru terlihat datang ke Auditorium Bale Santika sekitar pukul 18.00 WIB untuk memberikan surat pernyataan dan membayar denda sejumlah dua juta lima ratus ribu rupiah, yang merupakan 50% dari total anggaran maksimal kampanye.

Konfirmasi Bintang dan Morin

Melalui wawancara terpisah, Bintang dan Morin menyatakan alasan utama pengunduran diri mereka ialah permasalahan pribadi yang datang dari pihak Morin, yaitu tidak mendapatkan izin dari orang tua dan persiapan yang belum maksimal.

“Setelah berjalannya rangkaian, pada akhirnya, ada masalah perizinan dari orang tua sehingga nggak bisa melanjutkan,” ucap Morin.

Bintang juga menyampaikan pernyataan bahwa keputusan pengunduran diri ini telah didiskusikan bersama dengan Morin serta tim sukses.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Prama dan Kema Unpad, bahwa dari hasil diskusi kami (Bintang-Morin) bersama tim sukses, pada akhirnya kami harus mengundurkan diri dari Prama 2022,” tutur Bintang.

Bersamaan dengan pengumuman pengunduran diri paslon tunggal Bintang-Morin, maka BP-Prama menyatakan bahwa seluruh rangkaian Prama 2022 resmi dibatalkan.


Penulis: Ridho Danu Prasetyo
Editor: Angga Argun Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *