Mari Kita Bicara Kebaikan Pemerintah

oleh Yaser Fahrizal Damar Utama

Dalam bulan suci ramadhan ada baiknya kita tidak perlu banyak membahas keburukan dari pihak lain, termasuk dalam hal ini pemerintah. Maka mari kita lihat kebaikan apa saja yang sudah dilakukan pemerintah untuk negara kita tercinta ini.

Peduli dengan Kesehatan Masyarakat

Beberapa hari terakhir, terjadi demo dimana-mana di seluruh tanah air. Aksi yang dilakukan oleh berbagai kalangan ini menghadirkan para orator-orator handal yang dengan lantang menyuarakan aspirasi masyarakat umum terkait dengan kenaikan PPN, kenaikan harga bahan bakar Pertamax dan langkanya bahan bakar bersubsidi, penolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan tentunya kenaikan harga serta kelangkaan minyak goreng.

Mengapa para orator ini sangat lantang ketika bersuara? Tentu saja karena para orator ini terbebas dari penyakit radang tenggorokan akibat sudah jarang memakan makanan berminyak seperti gorengan. Mahalnya minyak goreng dipasaran menyebabkan masyarakat terbiasa makan makanan yang lebih sehat karena direbus, seperti : Nasi rebus, mie rebus dan bakwan rebus. Begitu mulia pemerintah yang memperhatikan kesehatan tenggorokan rakyatnya, tidak ada satupun negara di dunia yang serupa dengan ini/

Selain dari peduli dengan kesehatan tenggorokan rakyatnya, pemerintah juga peduli pada kondisi kebugaran masyarakatnya, dengan cara membiasakan lagi budaya jalan kaki. Hal ini sangat efektif dalam meningkatkan kebugaran tubuh, melihat kondisi geografis di Indonesia yang sangat luas sehingga banyak masyarakat di pelosok yang sehari-hari harus bepergian sangat jauh baik untuk pergi bekerja, berdagang, bersekolah, maupun beribadah. Perjalanan yang jauh ini tentu akan sia-sia jika dilakukan menggunakan kendaraan bermotor, maka jalan kaki adalah solusinya. Masyarakat juga tidak dapat mengelabui upaya pemerintah ini dengan cara menaiki angkutan umum, karena solar yang menjadi bahan bakar angkutan umum berukuran sedang hingga besar juga kini sedang terjadi kelangkaan.

Pemerintah Tahu Apa yang Dibutuhkan Masyarakat

Pemerintah memiliki komposisi sumber daya manusia yang sangat baik sehingga sudah pasti dapat mengurusi internalnya tanpa perlu dikritisi oleh masyarakat. Toh orang-orang yang ada di pemerintahan bukan anak kecil yang tidak tahu mana garam dan mana gula. Maka orang-orang seperti Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti memang perlu ditahan sebagai contoh bagi masyarakat luas agar tidak perlu ikut ikutan. Seolah-olah pemerintah mengatakan “Tidak perlu ikut campur dengan orang-orang kami, cukup urusi kambing di belakang rumahmu yang belum dapat rumput hari ini”, begitu mungkin kurang lebih yang ingin dikatakan oleh pemerintah.

Lagipula siapa yang peduli dua orang aktivis dilaporkan ke polisi? Apa faedahnya untuk masyarakat? Hal yang lebih penting dan urgent untuk diketahui oleh masyarakat bukanlah kondisi gelap dan dinginnya dinding penjara yang mungkin nantinya akan dirasakan oleh para aktivis ini tetapi yang lebih penting adalah apa yang dilakukan Marcel Widianto didalam kegelapan kamar mandinya. Perbuatan marcel sangat-sangat merugikan masyarakat umum dan tidak bisa ditolerir lagi sehingga pantas untuk diketahui oleh masyarakat dari seluruh pelosok negeri.

Mempererat Silaturahmi di Bulan Suci

Kondisi pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir ini menyebabkan banyak aktivitas sosial masyarakat dibatasi, baik yang skala kecil maupun besar. Terutama bagi sebagian besar mahasiswa yang masih belum juga bisa sepenuhnya melakukan pembelajaran tatap muka secara efektif, sehingga sulit untuk berkumpul dan bertemu dengan teman-temannya. Anggap saja, pemerintah memberikan fasilitas sekaligus motivasi mahasiswa-mahasiswa yang selama ini kerjaannya hanya rebahan dan push rank di rumah masing-masing untuk turun ke jalan-jalan melakukan aksi massa.

Bayangkan saja, hal apa yang memungkinkan ratusan bahkan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus untuk berkumpul di pusat-pusat kota selain aksi massa dan konser isyana? Seandainya saja pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan mensejahterakan masyarakat seperti saat ini, mungkin mahasiswa-mahasiswa di Indonesia harus menunggu konser Isyana dilangsungkan di daerah masing-masing barulah dapat bersilaturahmi dengan teman-temannya. Begitu mulia memang pemerintah kita.

Begitulah kiranya beberapa kebaikan yang dilakukan oleh pemerintah yang sangat peduli kepada rakyatnya. Jika anda yang membaca ini masih berstatus mahasiswa dan memutuskan untuk tidak ikut turun kejalan atau mengamini pernyataan-pernyataan saya , maka saya sarankan untuk segera datang ke kampus untuk mencabut berkas dan membatalkan status anda sebagai mahasiswa. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *