home Bandung & Jatinangor, Feature, Headlines, Inspirasi, olahraga Flag Football Unpad: Bangkit Usai Puasa Gelar Satu Tahun

Flag Football Unpad: Bangkit Usai Puasa Gelar Satu Tahun

facebooktwittergoogle_plusmailfacebooktwittergoogle_plusmail
Tim Unit Flag Football Unpad menjadi juara Bandung Major League 2016 setelah melalui 12 pertandingan tanpa kekalahan. Sekaligus menyudahi puasa gelar selama setahun. Foto oleh: Dokumentasi UFFU

Pepatah mengatakan “usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil”. Hal ini lah yang sekiranya pantas dilekatkan dalam perjuangan Unit Flag Football Unpad (UFFU) untuk kembali meraih kejayaan, setelah setahun sebelumnya mereka puasa gelar, hingga kembali pada jalur juara.

Momentum kebangkitan mereka sebenarnya sudah dimulai saat mereka berhasil menembus fase final dalam kejuaraan Indonesia Flag Football Association (IFFA) College Bowl yang diselenggarakan di Surabaya pada 2016 lalu. Meskipun, di final itu mereka harus mengakui kekalahan dari tim tuan rumah, Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Baru lah, pada 19 Februari lalu, akhirnya mereka benar-benar berhasil merengkuh juara sekaligus menyudahi satu tahun puasa gelar mereka setelah mengalahkan tim flag football Politeknik Negeri Bandung dalam kejuaraan IFFA Bandung Major League yang digelar sejak Oktober 2016 dan diikuti oleh enam tim.

“Setahun kemarin kita puasa gelar karena emang tim lain juga lagi pada naik (performanya), terutama ITS. Dan emang kita juga lagi ngga beruntung aja sih,” ujar kapten tim Konigs Tiger (nama tim UFFU), Haitsam Muthi Praja kepada dJATINANGOR.

Dalam perjuangannya di Bandung Major League kemarin, mereka tentu tidak serta merta terhindar dari hambatan-hambatan. “Kendalanya pas kita masih di fase grup kalo latihan ngga pernah lengkap. Satu tim ada 30 orang, tapi yang latihan cuma sekitar 15 sampe 17 orang. Paling banyak 23,” jelas mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad angkatan 2013 itu.

“Baru lengkap lagi latihannya pas semifinal dan final. Karena kan baru masuk kuliah, jadi mereka masih pada santai,” tambah Wulung Prajadi Hersurasto, ketua UFFU periode 2015-2016 yang juga ikut andil dalam kesuksesan UFFU merajai kejuaraan IFFA Bandung Major League 2016.

Menjawab Keraguan

“Alhamdulillah” merupakan kata yang terlontar dari mulut Wulung dan Praja untuk menggambarkan perasaan mereka setelah berhasil meraih juara di Bandung Major League 2016. Torehan tersebut terasa spesial bagi mereka karena mereka berhasil menjawab keraguan para pensiunan atau senior terdahulu.

Praja menjelaskan bahwa pandangan tersebut ada karena era senior-senior sebelumnya (2011-2014) merupakan generasi emas dari UFFU.  “Saya sebenarnya nggak nyangka pas College Bowl bisa masuk final, soalnya target awal semifinal,” ungkapnya.

“Bangga lah pokoknya, sebagai kapten bisa membawa tim yang di-underestimate menjadi juara. Apalagi ini kan saya udah mau pensiun, persembahan terakhir lah ini. Kan enak gitu, abis juara langsung pensiun,” ujar Praja sembari tertawa.

Wulung pun mengiyakan pernyataan Praja. Prestasi tersebut membuat kedua mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad angkatan 2013 ini bangga sekaligus lega, mengingat keduanya akan segera pensiun dikarenakan akan fokus dalam penyusunan tugas akhir mereka.

Mereka berdua akan memberi lebih banyak jam terbang pada pemain muda agar dapat melebarkan sayap UFFU hingga ke kancah yang lebih tinggi lagi. Mereka berharap banyak kepada junior-juniornya saat ini agar dapat melampaui capaian mereka kedepannya. Karena menurut penuturan mereka, “tim saat ini sudah banyak ‘bibit-bibit’ yang bagus”.

Taktik Sang Pelatih Menjuarai Liga Bandung 2016

Selama menjalani kejuaraan Major Bandung League 2016, UFFU berhasil keluar sebagai juara setelah melewati berbagai pertandingan dari fase grup hingga fase gugur tanpa terkalahkan. Hal ini tak pelak dari kecerdikan sang pelatih dalam meramu taktik baik di dalam maupun luar lapangan.

Kala dijumpai oleh dJATINANGOR, sang pelatih yang merupakan mahasiswa angkatan 2012 jurusan Hubungan Masyarakat (Humas) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, tampak sedang santai usai menyelesaikan sidang coloseumnya. Sambil duduk di depan ruang sidang, ia menuturkan bahwa keberhasilan mereka meraih juara untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain dan orang-orang yang ada di dalamnya.

“Yang paling utama tentu latihan. Kita latihan Selasa dan Kamis, tapi sejak gua melatih gua tambah hari Sabtu,” terang Naufal Izzudin ketika ditemui di depan ruang Program Studi Humas Fikom Unpad.

Pelatih yang akrab dipanggil Shinji oleh pemain-pemainnya ini pun menjelaskan bahwa timnya rutin mengadakan team meeting dan study film sebelum bertanding. “Jadi kita punya rekaman pertandingan tim kita dan juga tim lain, pada saat itu kita nonton bareng, kita pelajari dimana kesalahan kita dan lihat celah lawan,” jelasnya.

Kegiatan team meeting dan study film ini biasa diadakan dua malam sebelum pertandingan dan setiap pertemuannya berlangsung sekitar 3-5 jam. Hal itu dilakukan agar esok harinya tim bisa mempraktikan apa yang sudah dipelajari, sebelum berhadapan langsung dengan lawan di pertandingan.

Selain itu, Shinji juga mengingatkan bahwa dalam sebuah tim, rasa kebersamaan dan kekeluargaan sangat penting agar tercipta kemistri tim yang baik. Hal itulah yang ia rasa sudah tertanam di antara para pemainnya. “Tim itu kuat bukan cuma karena latihan aja, tapi juga karena kedekatan di luar latihan. Pemain harus saling mehamami satu sama lain. Di pergaulan juga kita biasanya kalo nongkrong bareng, bahkan ada yang satu kosan,” katanya.

Dengan tim yang ada saat ini, ia mengusung target selanjutnya adalah menjadi juara di kejuaraan nasional, mengingat mereka juga hanya meraih posisi runner up di kejuaraan nasional atau IFFA College Bowl pada 2016 lalu. “Tapi udah bukan gua lagi yang ngelatih sih,” pungkasnya.

Peranan Universitas

UFFU menjadi satu dari sekain banyak Unit Kegiatan Mahasiswa di Unpad yang terbilang sering mengharumkan nama almamater. Sejak 2011, sudah berbagai trofi mereka gondol ke ranah Jatinangor. Yang jadi pertanyaan, kemudian bagaimana peranan universitas terhadap UFFU?

Kalo tempat latihan sih kita dikasih, dan waktu College Bowl itu kita ngajuin dana juga diturunin,” aku sang ketua UFFU. Hanya saja, ada beberapa hal yang Wulung keluhkan. Salah satunya adalah terkait sekretariat. Wulung mengatakan bahwa UFFU juga ingin seperti UKM lainnya, memiliki sekretariat sebagai tempat berkumpul.

Selain itu, Praja juga mengungkapkan bahwa peralatan latihan yang digunakan saat ini masih sangat kurang  dan ingin agar masalah dana untuk hal itu bisa diberikan oleh pihak rektorat. Menurut Wulung dan Praja, selama ini tim tak jarang patungan untuk membeli peralatan latihan. “Itu sih paling penting. Karena sebenarnya semua universitas di Indonesia ngerujuk latihan flag football-nya tuh ke Unpad,” tutur Wulung merasa kurang puas.

 

(Nadhen Ivan dan Gerhan Zinadine Ahmad)

Editor: Gerhan Zinadine Ahmad

The following two tabs change content below.