home Bandung & Jatinangor, Headlines, Kampus Shuttle Gratis DU-Jatinangor, Ada untuk Bertahan?

Shuttle Gratis DU-Jatinangor, Ada untuk Bertahan?

facebooktwittergoogle_plusmailfacebooktwittergoogle_plusmail
Shuttle bus gratis untuk mahasiswa Unpad yang sedang tidak beroperasi terparkir di depan pintu barat kampus Unpad, Jatinangor, pad Rabu (12/4). Bus gratis ini diadakan khusus untuk memfasilitasi mahasiswa Unpad yang harus pulang-pergi dari kampus Unpad Jatinangor ke kampus Unpad Dipati Ukur dan sebaliknya. Foto oleh: Nadhen Ivan

Angin segar menghampiri mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) di tengah terjangan polemik dan isu miring tentang rektorat di kalangan mahasiswa belakangan ini.  Kini, Unpad menyediakan transportasi gratis bagi mahasiswanya, berupa shuttle bus yang diperoleh dari hasil kerja sama dengan pihak damri selaku penyedia layanan transportasi. Tepat pada Selasa (4/4), transportasi ini dapat digunakan oleh seluruh mahasiswa Unpad tanpa terkecuali.

Adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Divisi Bandung Raya (Baraya) yang mengaudiensi program ini kepada pihak rektorat. Sebelumnya, pihak BEM menyebarkan kuesioner online yang disebar melalui akun officialline, yang dimaksudkan untuk memberi kemudahan perjalanan mahasiswa dari Jatinangor – Dipati Ukur dan sebaliknya.

“Awalnya, saya melakukan penjaringan aspirasi kepada ketua BEM fakultas yang ada di Bandung. Kemudian, setelah saya evaluasi, terpisahnya jarak kampus yang tidak terfasilitasi merupakan hal yang sangat krusial bagi tiap lembaga kemahasiswaan di Bandung. Saya menjadikan ini sebagai konsentrasi serta prioritas saya dalam melayani Kema Unpad di Bandung,” ujar Dewangga Dananjaya, koordinator daerah Bandung Raya BEM Kema Unpad.

Setelahnya, Dananjaya pun langsung berinisiatif membentuk tim kecil yang terdiri dari perwakilan BEM Kema Unpad dan beberapa perwakilan BEM tiap fakultas yang ada, untuk mengawal isu ini hingga tuntas.

Perjanjian Tidak Tertulis dengan Pihak Rektorat

Mekanisme audiensi yang dilakukan oleh pihak BEM dengan pihak rektorat sudah mulai dilakukan intensif sejak Maret, isu ini pun sebenarnya sudah dihembuskan sejak beberapa tahun lalu.

Bak gayung bersambut, rupanya transportasi gratis untuk mahasiswa Unpad ini sudah dicanangkan di internal rektorat. “Jadi sebetulnya kenapa bus ini ada, itu juga sudah dibicarakan oleh pimpinan kita. Saya baru masuk jadi direktur pada November, kemudian pihak BEM mengunjungi saya saat itu, sedikit menyentil masalah bus. Kemudian setelah itu kami menjalin komunikasi secara intens, kami menindaklanjuti keinginan dari pimpinan dan keinginan mahasiswa,” terang Dr. Irwan Ary Dharmawan, Direktur Sarana dan Prasarana Unpad saat melakukan sesi tanya jawab di Radio Unpad.

“Bukan barang baru sebenarnya, sebelumnya pun sudah ada bus gratis untuk dosen dan karyawan,” tambahnya.

Untuk menindaklanjutinya, pihak rektorat meminta pihak mahasiswa untuk menyediakan data lapangan mengenai urgensi hal itu. Pihak BEM kemudian memaparkan titik-titik jam tertentu jadwal keberangkatan bus ini. Setelah menemui kata sepakat antara kedua pihak, pihak rektorat mulai menjalin komunikasi dengan pihak penyedia layanan transportasi.

Pada Selasa (13/3), pihak BEM mengadakan mega survei yang ditujukan kepada seluruh mahasiswa Unpad. “ Alhamdulillah euforia itu disambut baik oleh Kema Unpad, yang mengisi survei mencapai 2400 lebih mahasiswa. Data itu kemudian kami olah dan kaji internal tim dan mengaudiensikan kepada pihak rektorat. Akhirnya, shuttle Unpad yang ditunggu bisa mulai terealisasi,” ujar Denanjaya.

Perjanjian tertulis dengan pihak rektorat sampai saat ini memang belum ada, namun pihak rektorat menjanjikan akan selalu berkoordinasi dengan pihak mahasiswa mengenai shuttle gratis ini tiap bulannya.

“Nota kesepahaman belum ada, tapi kami sepakat untuk saling evaluasi tiap bulan untuk menyesuaikan jadwal dan beberapa hal yang dirasa perlu untuk evaluasi,” tambah Denanjaya.

Tanggapan Mahasiswa Unpad

Vanisa Mulia, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), mengaku senang dengan keberadaan tranportasi gratis ini. Ia gembira saat pertama kali menggunakan fasilitas ini.

“Sangat membantu sih karena save money juga, yang tadinya harus mengeluarkan uang Rp8000 untuk naik damri atau Rp18000 untuk travel, sekarang jadi gak perlu. Bisa alokasikan uang buat yang lain,” ujarnya sambil sedikit tertawa.

Menurut penuturannya, waktu yang ditempuh dengan bus gratis ini pun lebih cepat. “Karena lewat Tol Pasteur, jadi save time juga sih. Kalau naik damri tuh bisa 2 jam baru sampai Jatinangor/DU saat rush hour. Lumayan banget irit satu jam. Senang lah pokoknya ada shuttle Unpad ke DU gratis,” tambah Vanisa.

Mobilisasi pun menjadi semakin mudah dengan hadirnya shuttle bus gratis ini. Mahasiswa lainnya yang merasakan dampak positif kehadiran bus gratis ini adalah Anisa Dita, mahasiswi Fakultas Hukum (FH). Kala itu, ia ada rapat koordinasi sebuah kepanitiaan acara yang diadakan oleh Fakultas Hukum di Dipati Ukur.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Dita, waktu tempuh dengan bus gratis ini lebih cepat dibanding biasanya. Ilham Bilal, mahasiswa FH lainnya, mengatakan bahwa program bus gratis ini layak untuk dilanjutkan dan alangkah lebih baik bila ditambah jam operasionalnya.

Anggaran dari Rektorat untuk Bus Gratis

Irwan, Direktur Sarana dan Prasarana yang bertanggung jawab dengan keberadaan transportasi gratis ini, menuturkan bahwa anggaran yang digunakan adalah anggaran Unpad.

“Anggaran dari anggaran Unpad tentunya, sumbernya dari mana bukan ranah saya, bisa ditanyakan ke Direktur Keuangan. Kami hanya menindaklanjuti kerja sama dengan damri yang sudah ada,” tutur Irwan kepada dJATINANGOR kala diwawancarai melalui SMS.

Kemudian dJATINANGOR berkesempatan untuk mengunjungi ruangan Direktur Keuangan Unpad. Saat itu, direktur keuangan sedang tidak berada ditempat. Kami disarankan untuk menemui Sekretarisnya, Nurhayati.

Dari perbincangan dengan Nurhayati, kami mendapatkan rincian dana yang dikeluarkan oleh Unpad untuk membayar transportasi gratis tersebut. “Rp950.000/bulan untuk yang lewat tol dan Rp850.000/bulan untuk yang gak lewat tol,” ujar Nurhayati kepada dJATINANGOR.

Diketahui sampai saat ini jumlah armada bus gratis khusus mahasiswa ini ada dua unit. Kedua armada ini melayani jemputan bagi mahasiswa Unpad tujuan Jatinangor-Dipati Ukur maupun sebaliknya.

(Nadhen Ivan)

RALAT: Telah diganti terkait rincian dana yang dikeluarkan oleh Unpad per bulan. Sebelumnya tertulis Rp90.000/bulan untuk bus yang lewat tol dan Rp80.000/bulan untuk bus yang tidak lewat tol. Perubahan terdapat di kalimat terakhir, paragraf ke-20.

Editor: Lia Elita

The following two tabs change content below.