home Bandung & Jatinangor, Feature, Kampus Menanti Kepastian Shuttle Gratis Bandung-Jatinangor

Menanti Kepastian Shuttle Gratis Bandung-Jatinangor

facebooktwittergoogle_plusmailfacebooktwittergoogle_plusmail
Bis Damri masih menjadi andalan bagi para mahasiswa Unpad yang harus pergi-pulang dari Bandung ke Jatinangor. Oleh sebab itu, BEM Kema Unpad sedang mengusahakan adanya shuttle gratis Bandung-Jatinangor khusus untuk mahasiswa Unpad. (Foto: adiatigracia.wordpress.com)

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran (BEM Kema Unpad) bersama perwakilan BEM Fakultas-fakultas Unpad yang berlokasi di Bandung Raya telah mengadakan pertemuan beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menginisiasi pengadaan transportasi gratis Bandung-Jatinangor bagi mahasiswa Unpad yang perlu pergi dan pulang ke dua daerah tersebut. Menurut kedua belah pihak, hal ini merupakan salah satu konsekuensi bagi Unpad yang menerapkan kebijakan multikampus.

Pihak BEM Kema Unpad mengadakan survei pada Senin (13/3) hingga Sabtu (18/3) untuk mengetahui intensitas mahasiswa Unpad yang pergi-pulang Bandung-Jatinangor. Nantinya, hasil survey akan dijadikan penunjang usulan pengadaan shuttle tersebut.

“Respon dari teman-teman sangat baik, terlihat dari banyaknya mahasiswa Unpad yang sudah mengisi kuesioner. Di beberapa hari pertama sudah mencapai 1500 orang dan angkanya pasti akan bertambah,” ujar Ketua BEM Kema Unpad, Novri Firmansyah saat ditemui di Bale Santika, Jatinangor (17/3). Novri menjelaskan bahwa shuttle Bandung-Jatinangor ini akan berbentuk kerja sama dengan perusahaan transportasi yang sudah ada.

Mahasiswa Unpad menanggapi usulan pengadaan shuttle ini dengan beragam reaksi. Misalnya Almas, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, ia merasa bahwa pengadaan shuttle Bandung-Jatinangor ini sangat penting karena banyak kegiatan perkuliahan yang dilakukan di Bandung. “Kebanyakan dokter-dokternya di sana, kebutuhan praktikum juga. Jadi, aku rasa sih penting,” katanya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Widi, mahasiswa Fakultas Hukum yang sering pergi-pulang Bandung – Jatinangor, “Penting banget sih, soalnya banyak banget anak Unpad Jatinangor yang harus kuliah di Dipatiukur dan sebaliknya. Kita yang di Dipatiukur juga sering ada acara di Jatinangor. Jadi, sudah waktunya buat Unpad punya shuttle gratis,” ungkapnya.

Pendapat yang berbeda diutarakan oleh seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Irwan. Ia merasa bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi oleh pihak kampus, terutama di tengah polemik keuangan yang sedang menimpa Unpad. Selain itu, ia juga merasa riskan jika transportasi gratis ini akan digunakan oleh pihak yang hanya ingin jalan-jalan dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan akademik maupun organisasi.

Di tengah berbagai perbedaan pendapat tersebut, perwakilan fakultas Unpad Bandung Raya bersama BEM Kema Unpad mencoba optimis seiring dengan sambutan hangat dari pihak Kemahasiswaan yang menerima dengan baik usulan tersebut. Meski begitu, Novri menekankan bahwa keputusan kedepannya tetap ada di pihak rektorat sehingga mahasiswa masih harus bersabar. “Kami masih menunggu bagaimana hasil surveinya, kalaupun nanti tidak disetujui pihak sana (rektorat), kami akan mengusulkan alternatif lain,” tambah Novri.

(Muhammad Fajar Imani)

Editor: Lia Elita

The following two tabs change content below.