Rakyat Bantu Rakyat, Pasar Gratis Jatinangor Hadir Sebagai Seruan Protes Kolektif

JATINANGOR – Beberapa pemuda menggelar lapak ‘Pasar Gratis Jatinangor’ di depan Pajawan Sayang, Jatinangor. Menurut salah satu pencetus gerakan pasar gratis, Ipok (nama samaran) mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membantu ekonomi warga di tengah pandemi. Jadi, warga yang membutuhkan dapat datang dan bisa mengambil barang secara gratis.

“Kalau pasar gratis ini disebut acara bukan, hanya sebuah gerakan solidaritas dari berbagai indvidu yang tergerak dari kesadaran kolektif. Di tengah kondisi pandemi gini juga kan lagi runtuh, mungkin dalam satu tempat atau keluarga yang sedang kesulitan. Maka dari itu, kami bersolidaritas dan ingin berbagi kepada masyarakat,” ujarnya kepada dJatinangor pada Sabtu (13/03/21).

Dari paparannya, kegiatan ini juga dilaksanakan di beberapa titik daerah Jatinangor. Terlihat dari akun Instagram @pasargratisjatinangor_, tempat lapak yang dilaksanakan seperti di depan kampus IKOPIN, Rumah Makan Ayam Suharti, dan sebelah Griya Jatinangor. Pasar gratis ini juga terbentuk pertengahan tahun 2020. Sementara itu, untuk jadwalnya lapaknya biasanya dari sore hari hingga malam. 

“Kalau agenda untuk lapakannnya, sih, kita mulainnya dari pukul tiga sampai malam pukul dua belas malam. Awal mulanya terbentuknya pun pada bulan Juli 2020 cuman gak tau sampai kapan juga kita akan berhenti pergerakan ini karena di sekitar kita pun banyak ketimpangan dan kelas-kelas sosial yang merugikan,” tambahnya.

Mereka menyediakan barang bekas seperti pakaian perempuan dan pria. Ada pula kegiatan solidaritas selain lapak lainnya seperti kelas menggambar dan penyediaan ruang diskusi.

“Meskipun bekas, tapi kami perlu menyeleksi terlebih dahulu mana yang bagus atau tidak. Kita bikin kelas menggambar untuk anak-anak kecil, membuka jasa cukur gratis, dan yang baru memberikan kopi gratis. Kami juga membuka ruang-ruang diskusi untuk teman solidaritas dan membuka perpustakan gratis bagi teman-teman yang ingin baca di jalanan,” ujar Ipok.

Ipok menekankan bahwa aksi protes ini tidak ada sama sekali penarikan tarif biaya. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mendonasikan barang dapat langsung menghubungi via Instagram atau datang langsung ke lapak.

“Semua ini hasil dari kolektif uang kita masing-masing. Untuk pakaian atau barang lain pun kami membuka open donasi untuk ditaruh di lapak,” tegasnya.

Pasar gratis yang ber-tagline “Not charity, this is protest” juga menjadi landasan mereka kedepannya agar pemerintah dapat membuka mata dan melaksanakan fungsinya dengan benar.

“Terus untuk pemerintah, ya, cepet sadar aja karena BLT sudah di korupsi ya kita mau apa lagi? Sebenarnya, pemerintah juga harus mandiri dan gerak inisiatif. Jangan kalah sama rakyat-rakyat biasa,” pungkasnya. (FRT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *