Berbagi Manis Pahit Dunia Kerja dalam Webinar Communication Career Fair

Dokumentasi Webinar Communication Career Fair (7/11). (Foto: Hatta Muarabagja)

Semua pasti paham, menemukan pekerjaan apalagi menjalaninya merupakan hal yang tidak mudah. Ada banyak persoalan yang mesti dilewati. Mungkin banyak dari kalian yang juga ingin tahu bagaimana atmosfer dunia kerja yang kelak akan dihadapi.

Rayyan Raima, lulusan prodi Manajemen Komunikasi  yang kini bekerja sebagai Product Marketing Gopay berbagi pengalamannya ketika berstatus fresh graduate dan sedang getol-getolnya mencari peluang kerja. Banyak pahit manis yang ia lalui sebelum memperoleh pencapaiannya saat ini.

“Dulu aku sempet bikin semacam timeline gitu, jadi nanti setelah sidang akhir dan wisuda, aku pasang target dalam rentang waktu 1-2 bulan udah bisa dapet kerjaan, tapi ternyata apa yang terjadi di luar ekspektasi aku,” ujar Rayyan dalam Webinar Communication Career Fair yang diselenggarakan Hima Mankom Fikom Unpad pada Sabtu (7/11) lalu.

Rayyan mengaku sempat stress karena setelah 2 bulan lulus ia belum juga mendapatkan panggilan kerja sementara beberapa temannya sudah mulai bekerja. Ia akhirnya mencoba untuk mencoba peruntungannya dengan mengajukan magang terlebih dahulu.

Rayyan akhirnya memperoleh kesempatan magang di Gopay setelah sebelumnya memperoleh info lowongan dari temannya. Setelah sekitar tiga bulan proses magang, Rayyan berhasil mendapatkan posisi tetap.

Banyak yang dialami Rayyan selama bekerja di Gopay, seperti bagaimana ia mesti beradaptasi dengan lingkungan dunia kerja dan meng-handle sejumlah proyek yang diminta perusahaan.

Tak jauh berbeda dengan Rayyan, Matius Arson berkisah tentang pengalamannya menganggur selama 8 bulan setelah lulus pada tahun 2015 sebelum akhirnya mendapat panggilan kerja di Matahari Putra Prima. Setelah 3 tahun bekerja disana, ia melanjutkan kariernya ke Nestle Indonesia dan kini menjabat sebagai Regional Key Account Manager.

Selama berkecimpung di dunia kerja, Arson kerap berganti-ganti tempat mulai dari Banjarmasin, Manado, Sorong, hingga Papua. Arson juga menyinggung bagaimana ia mesti beradaptasi dengan budaya di masing-masing daerah tersebut demi menunjang efektivitas dalam bekerja.

Arson yang juga lulusan Manajemen Komunikasi mengaku sejauh ini masih merasa nyaman dengan pekerjaan yang dijalaninya. Walau pekerjaannya ini tidak selaras dengan jurusan kuliahnya, berbekal pengetahuan ilmu komunikasi yang baik membuatnya bisa beradaptasi dengan cepat.

“Secara tidak sadar, pola dunia kampus yang dialami mahasiswa komunikasi membuatnya bisa menjadi komunikator yang baik, yaitu mendengarkan dan memberi umpan balik. Karena kemampuan komunikasi pula, ilmu baru yang nampak bisa diserap dengan lebih mudah,” tutur Arson di acara yang sama.

Rayyan mengungkapkan masih ingin meneruskan kariernya di Gopay. Lingkungan kantor yang baik serta rekan kerja yang suportif jadi dua alasan terkuat. Untuk orang-orang yang masih berkutat dalam tahap mencari pekerjaan, Rayyan berpesan agar tidak terburu-buru dalam mengejar sesuatu.

“Jangan memaksakan diri sendiri, nikmati prosesnya. It’s okay to be not okay, take your time. setiap orang punya jalannya masing-masing,” kata Rayyan.

 

Penulis: Hatta Muarabagja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *