Shereina Sarah Ayumi: Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman

Shereina dalam rangkaian acara Harvard National Model United Nation (HNMUN) di Boston, Amerika Serikat. (Sumber: Dokumen pribadi Shereina)

 

Bisa menghadiri kompetisi, konferensi, atau seminar dengan cakupan internasional merupakan mimpi banyak mahasiswa, termasuk Shereina Sarah Ayumi. Mahasiswa jurusan Hubungan Masyarakat 2017 ini berhasil menjadi salah satu perwakilan Unpad yang menjadi delegasi di ajang Harvard National Model United Nation (HNMUN). HNMUN ini dilaksanakan di Boston, Massachussets, AS, pada 13 – 16 Februari 2020. Tidak sendiri, Shereina mewakili Unpad bersama enam orang lainnya, yaitu Hani Adila Faza, Naufal Ahmad Shiddiq, Rio Putra Hadivatama, Harlin Nikodemus Hutabarat, Indah Pratiwi Eri Putri, dan Muhammad Abdal Syazali.

Dalam konferensi MUN tertua yang telah berlangsung sejak tahun 1953 ini, Shereina menjadi delegasi negara Republik Ghana bersama Muhammad Abdal. Ia terinspirasi dari kakak tingkatnya yang mengikuti ajang serupa, “Sejujurnya, karena aku tuh awalnya penasaran dan coba-coba aja gitu. Aku ngeliat ada poster kakak tingkat aku yang ikut HNMUN, terus aku bilang someday aku yang bakal kayak gitu,” jelasnya.

Shereina melakukan persiapan sejak ia dipastikan menjadi salah satu delegasi HNMUN pada Oktober 2019 sampai sebelum keberangkatan yaitu Februari 2020. Banyak sekali hal yang harus dipersiapkan sebelum keberangkatan ke Boston. Shereina mengatakan, tiap minggunya ia harus menghadiri training, bahkan bisa dua sampai tiga kali per minggu. Training tersebut biasanya diisi dengan sharing antar alumni HNMUN dan mentoring untuk persiapan HNMUN itu sendiri. Shereina juga menggunakan waktu persiapan tersebut untuk riset mengenai negara yang akan direpresentasikannya dan mencari tema isu yang akan dibawa.

“Di MUN itu harus buat position paper, solutions, sama motions. Nah, makanya butuh training buat bikin itu semua, selain itu dikasih mentor dan ada Faculty Advisor juga,” ujarnya. Kelebihan menjadi delegasi dari kampus adalah memiliki Faculty Advisor ini, yang menurut Shereina, sangat membantu untuk mengurusi semua kebutuhan delegasi dari kampus baik akademik maupun non-akademik untuk HNMUN, dan nantinya tiap delegasi juga akan memiliki ikatan dengan alumni HNMUN.

Seleksi dalam kampus yang dilalui oleh Shereina terdiri dari dua tahap, yaitu tahap satu yang terdiri dari seleksi wawancara, forum debat, dan MUN 101. Selanjutnya pada tahap dua, Shereina dan pendaftar lain melakukan simulasi MUN. Sebenarnya, semua orang bisa mengikuti HNMUN sendiri tanpa ikut seleksi dari kampus asalkan tetap melakukan persiapan matang. “Langkah awal buat ikut HNMUN adalah harus riset dan cari tahu soal MUN,” tegas Shereina.

Selain harus riset mengenai MUN, untuk dapat lolos menjadi delegasi HNMUN dibutuhkan kepercayaan diri, memiliki pengetahuan mengenai isu-isu aktual, dan kemampuan public speaking terutama soal meyakinkan dan bernegosiasi dengan orang lain. Ketika masa pendaftaran dan seleksi, Shereina melakukan perencanaan yang membawanya lolos menjadi delegasi kampus, “Awalnya kan bikin esai, nah aku siapin aku mau bahas apa, memahami topik bahasan yang aku bawakan, intinya aku bener-bener riset parah haha.”

Shereina mengaku senang sekali bisa menjadi representasi Indonesia di sebuah konferensi internasional dan berhasil keluar dari zona nyamannya sendiri. Banyak sekali manfaat yang didapatnya, seperti bertambahnya relasi, manajemen waktu, kemampuan riset, public speaking, bahasa Inggris, dan masih banyak lagi. Menjadi anak muda yang bisa menginspirasi dan berdampak buat negara ini merupakan keinginan Shereina yang bisa tercapai salah satunya dengan menjadi representasi Indonesia dalam HNMUN ini.

Shereina berharap, anak muda, termasuk mahasiswa Fikom Unpad, tidak usah ragu untuk melakukan apa yang diinginkan dan impikan serta harus berani keluar dari zona nyaman. “Kesempatan itu belum tentu datang dua kali, jadi selagi ada coba aja dulu. Apapun hasilnya ya urusan nanti, setidaknya kita udah mau keluar dari zona nyaman dan mengalahkan rasa penasaran kita. Jangan takut, everything happens for a good reason,” pungkas Shereina.

Editor: Putri Shaina

Penulis: Fariza Rizky Ananda & Adinda Afifah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *