Moel, Si Seniman Cimahi

Moel Umboh, begitulah sapaan akrab Abah ketika sedang berbincang mengenalkan diri. Abah dikenal sebagai seniman di Cimahi. Siapapun yang menyebut namanya, semua di sanaorang pasti tahu. Abah telah terjun ke dunia seni sejak di bangku sekolah menengah atas dan menemukan minatnya pada seni lukis pelepah pisang. Selain melukis, abah juga menggeluti bidang cosplay dan lukisan cat air.

 

Di salah satu meja kayu usang, tergeletak peralatan Abah untuk mengerjakan segala karya hasil kemahiran tangannya. Terlihat banyak juga alat-alat seni usang yang telah lama digunakan. Alat-alat tersebut telah menemani Abah berkarya sejak tahun 1969.

 

Biarpun ahli dan tekun dalam seni lukis pelepah pisang, Abah juga tidak menutup diri untuk mempelajari cabang seni lainnya. Seni lukis dengan cat air pun ia lakoni untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Abah sendiri dapat menjual 400 lukisannya untuk suvenir pernikahan hingga memakan waktu empat bulan pengerjaan.

 

Abah mengakui seni lukis pelepah pisang memang menjadi keahliannya, namun pelepah pisang membutuhkan waktu pengerjaan yang begitu lama diabnding seni lukis cat air dan jarang sekali peminatnya. Maka dari itu menjual lukisan cat air menjadi salah satu peluang bagi Abah Moel untuk menghidupi keluarga.

 


Lukisan kuda ini merupakan salah satu lukisan pelepah pisang yang memakan waktu pengerjaan hingga enam bulan. Ketika melukis pelepah pisang, Abah mengaku hanya mengandalkan imajinasinya untuk menyusun gambar ke pelepah pisang.

 


Pelepah pisang tidak hanya dijadika lukisan oleh Abah, dari pelepah pisang juga Abah dapat membuat karya tiga dimensi berupa patung naga. Patung tersebut memakan waktu pengerjaan hingga enam tahun. Patung tersebut dibuat untuk merayakan kelahiran anak pertamanya. Abah mengaku dapat bertahan membuat patung tersebut karena mengerjakan menggunakan hati dan jiwa. Dua hal tersebutlah yang selalu diingatkan Abah kepada para pelaku seni lainnya. Ketimbang mencari popularitas, para seniman seharusnya dapat menggunakan hatinya untuk menemukan kecintaannya pada bidang-bidang seni dan menciptakan karya.

 

Setelah lebih dari 50 tahun menekuni dan konsisten dalam dunia seni, Abah mendapat banyak pengalaman dan pelajaran bahkan dalam menyikapi kehidupan menggunakan hati dan jiwa.

” Jangankan dunia seni, berbagai pekerjaan pun bakal mudah dan manfaat jika disenangi dengan hati dulu. Masalah populer mah nanti bakal mengikut,” ucap Abah.

 

Muhammad Hamzah Asy Syafi’i dan Angga Argun N.

Editor: Tamimah Ashilah & Athaya Soraya A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *