Seledrink, Si Hijau yang Ajaib

Dr. Taofik Rusdiana, M.Si, Apt saat ditemui di ruang dosen Fakultas Farmasi Unpad. Kamis, 26 April 2018. Foto oleh: Sabrina Mulia R.

Taofik mengatakan kalau seledri mengandung fitokimia yang telah terbukti secara ilmiah baik untuk kesehatan tubuh, terutama ginjal. Fitokimia merupakan jenis zat kimia yang diturunkan dari sumber tumbuhan,seperti sayur dan buah.  Alasan Taofik memilih seledri sebagai bahan utama minuman herbal ini karena seledri lebih mudah ditemui dan harganya pun terjangkau.

Seledrink ini sudah mendapat ijin edar dari PIRT Dinkes RI No. 2133273030966-22. Seledrink sampai saat ini masih menjadi produk industri rumahan, yaitu produk yang dibuat oleh Taofik yang dibantu oleh sang istri di rumah.  Pembuatan dengan jumlah yang lebih besar seperti pabrik minuman herbal belum bisa dilakukan oleh Taofik karena itu membutuhkan biaya yang besar serta tergantung pada ketahanan minuman dalam jangka waktu yang lama.

“Sudah ada mahasiswa yang membuat dalam bentuk kapsul agar lebih tahan lama, namun untuk manfaat yang lain. Kalau ekstrak seledri ini  akan dibuat seperti obat-obatan, itu harus oleh industri farmasi yang berijin” ujar Taofik.

Untuk pembuatan minuman herbal ini pun tergantung pada permintaan konsumen. Hal ini untuk menjaga kualitas kesegaran produk, oleh karena itu sampai saat ini pemesanan belum bisa dilayani ke luar kota.

Minuman herbal ini aman untuk semua usia. Untuk orang yang ingin menjaga kesehatan dapat meminum satu botol perhari, sedangkan untuk proses penyembuhan dapat meminum tiga botol perhari. Hal ini juga tergantung dari ekstrak seledri pada Seledrink. Seledrink ini terdiri dari dua jenis, yaitu original yang terdiri dari ekstrak seledri murni, sedangkan untuk rasa yang lain, ekstrak seledrinya ditambah dengan zat perasa. Pembuktian keamanan kadar seledri ini dilakukan pada hewan percobaan dan dilakukannya uji toksisitas.

“Ekstrak seledri ini sudah diteliti standarisasi kandungan dan khasiat  farmakologinya kepada hewan percobaan. Setelah itu juga telah ada uji toksisitasnya. Uji toksisitas yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah zat yang diminum memiliki efek negatif  bagi tubuh setelah diminum sekian lama. Jadi kalau ada klaim kalau herbal itu tidak ada efek sampingnya, itu  harus di uji dulu, seperti pengujian pada ekstrak seledri ini,” jelas Taofik.

Untuk memeroleh bahan baku, Taofik bekerja sama dengan petani seledri dari daerah Ciwidey.

“Kerjasama saya lakukan secara umum dengan petani di Ciwidey. Saya juga tidak mau mengikat mereka. Kalau harga seledri sedang bagus, saya biarkan mereka menualnya ke pasar.  Tapi kalau sedang jelek, saya tampung. Kalau panen melimpah sedangkan pasar kurang menyerap yang menyebabkan harga seledri  jatuh, biasanya seledri itu dihancurkan oleh para petani. Saya berkomitmen pada petani di sana, kalau harga sedang jatuh, seledri jangan dimusnahkan, lebih baik jual ke saya, nanti akan saya bayar dengan harga yang layak” tuturnya.

Untuk pemasaran minuman herbal ini, Taofik memanfaatkan laman website untuk mempermudah pemesanan ataupun melalui aplikasi Whatsapp. Adanya Seledrink ini, Taofik mengharapkan dapat membersihkan pengotor-pengotor yang menghambat ginjal.

Suci Wulandari Putri

Editor: Nadhen Ivan

1 thought on “Seledrink, Si Hijau yang Ajaib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *