Berlomba-lomba Dahulu, Dananya Kapan-kapan

1
Berlomba-lomba Dahulu, Dananya Kapan-kapan

Dana Tidak Cair dan Pencarian Sponsor

“Pertama, gue melihat ada ketidaksinkronan antara rektorat dan mahasiswa. Mahasiswa dibentuk untuk berkegiatan dan segala macam. Tapi, di sisi lain dana kemahasiswaan saat ini sangat dibatasi (dengan adanya IKK, red),” ujar Annadi Alkaf Kepala Departemen Kajian Strategi BEM Fisip dalam satu kesempatan wawancara terkait peringkat Unpad. “Belum lagi masalah pendelegasian kegiatan-kegiatan internasional. Birokrasinya masih gak jelas. Pengalaman kita ngobrol, survei segala macam, (mahasiswa yang mau ikut lomba) dilempar ke mana-mana.”

“Akhirnya banyak mahasiswa-mahasiswa berprestasi tingkat internasional, nasional, tapi mereka gak sudi memberitahukan prestasinya itu kepada Unpad. Sehingga penilaian (pemeringkatan Kemenristekdikti) jelek juga, padahal ada prestasinya. Karena dia juga gak mau diminta Unpad (data prestasi), toh Unpad gak mendanai.”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BEM Fisip Unpad Ragib Firdaus pun berpendapat sama. Birokrasi yang rumit dan alur yang tidak jelas mengenai cara agar mahasiswa bisa mendapat bantuan dana lomba menjadi masalah.

“Ada teman saya yang lomba di Padang, tapi Unpad gak mau dulu ngasih uang karena mereka (mahasiswa) belum memberikan jaminan bahwa mereka akan juara dalam lomba itu. Dan delegasi keteteran mencari dana buat pergi. Itu baru ke Padang, belum ke luar negeri,” tutur Ragib sambil tertawa kecil di akhir.

Muhammad Zulfajri Shadiq Taswin ketika menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi Unpad 2017. (Foto: fisip.unpad.ac.id)

Fajri pun mengalami permasalahan yang sama. “Dulu (tahun lalu) gue lomba debat gak pernah dibiayain. Kalau pun dibiayai, telatnya setahun,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Fajri ini sambil tertawa. “Kalau enggak, ya gak dibiayai. Cuma dikasih janji doang. Itu sering banget kayak gitu.”

“Kalau sekarang, (dekanat) Fapsi lebih melek, bagus. Mereka bilang, kalau kita juara, baru dikasih duitnya,” kata Fajri. Pemberian dana itu juga bisa dilihat dari sejarah partisipasi pada suatu lomba.

Terkait sistem pemberian dana setelah keluar sebagai pemenang atau punya sejarah bagus dalam suatu lomba, kami berusaha mengonfirmasi hal itu kepada Reiza Dienaputra ketika masih menjabat sebagai Direktur Pendidikan dan Kemahasiswaan.

“Tegas jawabannya. Tidak ada kebijakan seperti itu,” jawab Reiza melalui layanan pesan singkat pada Jumat, 15 September.

Bagaimanapun, Fajri mengapresiasi sistem pendanaan seperti itu. Hal itu, menurutnya, sudah lebih baik daripada kesempatan sebelumnya yang hanya diberi janji akan didanai. Pendanaan dengan sistem seperti itu dirasa Fajri lebih sesuai dengan keuangan Unpad. “Seenggaknya, mau membiayai aja. Itu sudah bersyukur sekali, sih,” kata Fajri.

Kebijakan Unpad lain terkait pendanaan lomba adalah memperbolehkan mahasiswa mencari sponsor. Namun, menurut Rita, hal itu tidak efektif untuk mendapatkan dana. Bila tidak ada dana untuk lomba dari rektorat, anggota ESU kerap harus merogoh kocek sendiri atau menggunakan dana organisasi. Giovanni menyebut, lebih dari lima kali anggota ESU harus menggunakan dana pribadi untuk bisa berpartisipasi dalam lomba.

Di lain pihak, Vanda mengaku pencarian dana untuk kegiatan atau lomba lewat sponsor sangat efektif. “(Dana lomba) gak pernah bisa murni dari rektorat aja karena dana yang dibutuhkan besar banget sehingga gak memungkinkan. Jadi cari dananya lewat sponsorship, fundrising atau dari kas organisasi hasil iuran anggota,” ujar Vanda ketika dihubungi via pesan singkat Sabtu (14/10) lalu.

Walau begitu, dalam sebuah wawancara bersama Metro TV, Ketua Indonesia Kirana 2017 Fernandez menyebut bahwa pencarian sponsor untuk pendanaan lomba kurang efektif. Ia menyebut penggalangan dana mandiri lebih berpengaruh untuk satu-satunya lomba yang diikuti oleh PSM tahun ini. “Kalau sponsor secara intens sih gak terlalu berpengaruh. Tapi, kalau dari penggalangan dana lewat ngamen aja kita dapat sekitar Rp 150 juta,” ungkap Fernandez.

(Selanjutnya: apakah sulitnya mencari dana lalu menghalangi mahasiswa Unpad untuk berprestasi?)

LEAVE A REPLY